batampos.co.id – Bagi Anda pencinta kuliner khas Melayu, tidak salahnya mencoba kuliner satu ini. Kepala ikan masak asam pedas dan siput sedok lemak yang ditawarkan Gerakan Muslim (GM) Cafe yang dikelola Ajung Asam Pedas Melaka yang tentunya menggugah selera. Kafe yang berada di Ruko Mega Le-genda, Batam Kota, juga menawarkan menu lainnya siput kecap cabai rawit, ayam cabai ijo, hingga sarapan pagi mi lendir.

Penanggung Jawab Operasional GM Cafe, Amrizal menjelaskan makan yang pa-ling diminati dan khas yang disuguhkan yakni asam pedas. Ikan yang digunakan adalah siakap segar.

”Kami sengaja memilih ikan siakap karena tekstur daging lebih lembut dan manis dibandingkan jenis ikan lainnya,” ujar Cece, sapaan akrab Amrizal, Rabu (5/12/2018).

Ikan siakap atau dikenal juga ikan kakap ini didatangkan langsung oleh para nelayan dari Natuna dan Anambas. Bahkan ikan ini juga didatangkan dari Singapura.

”Kami menjaga kualitas rasa, karena itu ikan yang kami gunakan segar. Biasanya sekali ambil 10-15 kilogram. Biasa-nya untuk satu atau dua hari didatangkan, tergantung permintaan konsumen,” sebutnya.

Lebih lanjut, Cece menjelaskan, untuk bumbu asam pedas ini menggunakan bumbu racikan turun temurun khas dari Melayu Melaka.

”Bumbu ini khas turun temurun, dan dimasak oleh koki yang berpengalaman dan handal,” jelasnya.

Selain ikan asam pedas tersedia menu siput sedot lemak dan siput kecap cabai rawit. Siput yang digunakan yakni siput cup cup yang dipadukan dengan bumbu khas resep keluarga. Untuk minuman tersedia teh tarik panas, dingin, kopi robusta, kopi arabika, dan minuman lainnya.

”Kopi yang kami gunakan kopi pilihan, yang diproses dan digiling sendiri dengan alat tradisional untuk menjaga kualitas rasa,” sebutnya.

Mengenai harga yang ditawarkan cukup terjangkau. Satu porsi ikan asam pedas Rp 25 ribu-Rp 30 ribu, ikan asam pedas per ekor Rp 40 ribu-Rp 50 ribu, asam pedas kepala ikan Rp 30 ribu-Rp 40 ribu, tergantung ukuran dan berat ikan. Sedangkan siput sedot lemak dan siput kecap cabai rawit Rp 15 ribu per porsi. GM Cafe merupakan salah satu usaha kecil menengah (UKM) di Batam yang mendapat bantuan dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker). Dimana kafe ini telah menjadi percontohan UKM seluruh Indonesia versi Disnaker.

”Kafe ini sering dikunjungi Disnaker pusat, Disnaker Tasikmalaya, dan Disnaker lainnya untuk studi banding. Mereka mau melihat bagaimana pengelolannya,” ujar Ketua Gerakan Muslim, Ilyas.

Ilyas menjelaskan GM sendiri terbentuk dua tahun lalu, dengan tujuan untuk membangkitkan perekonomian umat. Awal mula GM beranggotakan enam orang, sekarang sudah 148 anggota.

”Kenapa kami memilih usaha kafe? Karena kami ingin mencari tempat berkumpul para anggota,” ujarnya.

”Setelah mencoba masakan yang ditawarkan Ajung Asam Pedas Melaka di Tiban Center, kami tertarik agar mere-ka mengelola GM Kafe ini. Kini kami sudah mempunyai hasil, dan ke depannya kami ingin mengembangkan usaha di bidang sembako, travel umrah dan tetap memperbudayakan UKM di Batam,” sambungnya.

Tak hanya itu, kafe ini sering kedatangan ustaz. Mulai dari Ustaz Abdul Somad, Khalid Basalamah, Habib Bahar, Haikal Hassan, Tengku Zulkarnaen, dan ustaz lainnya. Tak ketinggalan kafe ini juga pernah dikunjungi Calon Wakil Presiden 2019, Sandiaga S Uno.
Informasi lebih detail kunjungi GM Cafe di Ruko Mega Legenda 2 Blok B3 Nomor 29, Batam Center. Buka setiap hari Sabtu hingga Kamis dari pukul 08.00-22.00 WIB. (ocu)

Advertisement
loading...