Tim Boli Kota Batam

batampos.co.id – Mencari bapak asuh di dunia olahraga tidak semudah membalik telapak tangan. Tidak hanya mencari, tetapi prioritas pengelolaan dana juga menuntut perhatian tersendiri.

Hal ini dialami oleh klub bola voli Batam Tectona (Batec) yang memiliki jalan panjang dalam mendapatkan bapak asuh Bright PKN Batam. Juga pemaksimalan dana pembinaan yang diberikan oleh Bright PLN Batam.

Berdiri di tahun 2012, Batec awalnyta menggunakan lapangan outdoor di daerah Mukakuning.

“Tepatnya berdiri 25 Maret 2012, menggunakan lapangan outdoor yang dibangun di daerah Muka kuning,” cerita pelatih Batec Riyanto, Kamis (6/12).

“Kami menggunakan lapangan outdoor selama satu tahun. Karena merasa tidak bisa maksimal dalam berlatih, kami memutuskan untuk mencari solusi tempat berlatih yang lain. Waktu itu, kondisi lapangan jika sudah masuk jam empat atau lima sore, kondisi lapangan sudah gelap,” terangnya.

Batec kemudian melirik GOR Sekolah Harapan Utama yang terletak di Batamcenter. Hanya saja permasalahan berikutnya kembali mengemuka. Biaya yang harus dikeluarkan untuk berlatih di HU tidaklah sedikit.

“Biaya perbulan yang harus dikeluarkan untuk menggunakan lapangan di Sekolah HU mencapai Rp 2,5 juta perbulan. Dan ini tidak bisa dibayar perbulan, harus langsung dibayar selama satu tahun,” tutur pria yang akrab disapa dengan Ameng ini.

Melihat besaran angka yang harus dibayar, para pengurus bersama dengan Ketua Umum Batec Saiful Hidayat kembali memutar otak untuk mencari sumber pembiayaan untuk menutup cost sewa lapangan.

“Apalagi saat itu tidak ada iuran, jadi Batec murni mencari dana untuk bisa sewa lapangan. Belum ada sponsor, jadi kami pengurus dan pelatih iuran untuk melunasi sewa lapangan. Seringnya di talangi oleh Ketua Umum,” kenang Ameng.

Beban sewa lapangan yang ditanggung oleh Batec membuat pengurus kembali harus mencari sumber dana pembinaan lain yang bisa digunakan untuk menutup kebutuhan. Melihat besarnya perhatian yang dilakukan oleh PLN Pusat pada pembinaan bola voli dengan Jakarta Electric, batec mencoba untuk menghubungi Bright PLN Batam.

“Saat itu Pak Hidayat berusaha untuk menghubungi Dirut Bright PLN Batam Dadan untuk mencari bantuan untuk kendala yang dihadapi oleh Batec,” tuturnya.

Dan Bright PLN Batam menyambut baik permintaan yang diajukan oleh Batec dan bersedia untuk menjadi bapak asuh. “Sejak saat itulah brand Bright PLN Batam muncul di jersey kita,” ulas Ameng.

“dalam setiap ada event, kejuaran, dan kegiatan apapun brand Bright PLN Batam terus kami gunakan. Termasuk beberapa sponsor pendamping lainnya seperti Golden View dan Golden Prawn ini,” paparnya.

Setelah menginjak tahun kedua, Bright PLN Batam menganjurkan untuk menggunakan GOR PLN yang baru selesai dibangun. “Saat itu Dirut Bright PLN batam yang memberikan kesempatan Batec untuk menggunakan GOR tersebut,” tuturnya.

“Akhirnya di tahun 2016 Batec mulai berlatih menggunakan fasilitas dari Bright PLN Batam. Dan dengan beragam bantuan serta fasilitas yang diberikan oleh Bright PLN Batam ini maka kami terus menempelkan brand tersebut di setiap jersey yang kami gunakan,” tutur Ameng.

Hingga saat ini Batec menjadi anak asuh dari Bright PLN Batam. beragam fasilitas didapatkan oleh Batec untuk peningkatan pembinaan bola voli di Batam.

“Lapangan kita dipinjamin, diberi fasilitas mushola, dan uang pembinaan sebesar Rp 25 juta pertahun,” urainya.

Ameng menjelaskan jika dana Rp 25 juta yang diberikan oleh Bright PLN Batam digunakan untuk perlengkapan berlatih seperti bola.

Riyanto
foto: batampos.co.id / ryan

“Bola adalah salah satu penunjang berlatih yang harus disiapkan. Tiap tahunnya kami membeli sampai 30 buah,” jelas Ameng.

Saat ini, program yang dilakukan oleh Batec adalah melengkapi sarana berlatih dengan alat fitness. Ini digunakan untuk membantu latihan fisik yang digunakan untuk pembentukan otot.

“Nah, bantuan yang diberikan oleh Bright PLN Batam ini kita gunakan untuk mencicil alat fitness. Pertama untuk membeli besinya dulu, atau dan spare part lainnya. Hingga kini kita sudah memiliki empat set alat kebugaran. Selain itu juga digunakan untuk membeli seragam bertanding, seragam tim,” jelasnya.

lalu apakah dengan ini operasional dari Batec sudah tertutupi? Ameng mengaku jika bantuan yang diberikan belum menutup operasional. “Seperti gaji pelatih yang masih belum tercover, juga dengan kebutuhan untuk mendaftar pertandingan,” ujarnya.

“Dalam empat periode anak asuh Bright PLN Batam, bantuan kami gunakan pada perlengkapan latihan, perlengkapan pertandingan, dan perlengkapan lainnya yang dibutuhkan oleh tim. Tinggal sound System yang belum dimiliki,” jelas Ameng.

tetapi Bright PLN batam menyanggupi untuk membantu kebutuhan pertandingan di tahun-tahun mendatang. “Pak Samsul dari Bright PLN Batam menyarankan untuk membuat proposal keikutsertaan dalam kejuaraan dan nanti akan coba dibantu oleh PLN di tahun 2019,” papar Ameng.

“Kami berterima kasih pada Bright PLN Batam, dan Pak Dadan selaku Dirut Bright PLN Batam melihat kesempatan anak-anak muda bisa menanjak ke level nasional. Dan beberapa pemain voli nasional berasal dari Batam Tectona seperti Hernanda Zulfi dan David Pratama,” kata Ameng.

Ameng mengakui saat ini dengan banyaknya klub baru bermunculan maka persaingan voli di Batam semakin ketat. “Jika dulu susah mencari pemain, maka saat ini pelatih susah untuk menentukan pemain mana yang bisa masuk skuat tim seperti Popda dan Porprov lalu,” ujar Ameng. (yan)

Advertisement
loading...