batampos.co.id – Perusahaan dan pemasok komponen terbesar bagi iPhone, Pegatron, akan memindahkan pabriknya dari Taiwan ke Batam. Batam dipilih sebagai tujuan diversifikasi pertama manufakturnya keluar dari Taiwan menyusul perang dagang antara Amerika Serikat dengan Tiongkok.

Wakil Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri Tjaw Hioeng membenarkan kabar tersebut. Ia menyebut, Pegatron diproyeksikan sudah memulai aktivitas produksinya di Batam pada pertengahan tahun depan.

“Sebelumnya Pegatron sudah datang ke sejumlah kawasan industri (di Batam) untuk melakukan survei,” kata Tjaw Hioeng, Jumat (12/6).

Ia juga membenarkan, pemindahan pabrik produk non-iPhone ke Batam ini merupakan imbas dari ketegangan perdagangan antara Washington dan Beijing. Karena akibat perang dagang tersebut, Amerika mengenakan tarif tinggi kepada produk yang diimpor dari Tiongkok.

“Ini adalah kesempatan Batam melihat peluang. Contohnya Pegatron ini yang masuk ke Batam,” ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Ayung ini mengatakan, Pegatron mengalami tekanan berat dari perang dagang. Perang dagang membuat produsen terhimpit karena meningkatnya upah dan berkurangnya tenaga kerja. Sementara biaya produksi semakin tinggi.

Ayung mengatakan, pada awalnya Pegatron menyukai Vietnam. Namun akhirnya pilihan lokasi relokasi pabrik Pegatron jatuh ke Batam. “Penyebabnya adalah lokasi Batam yang strategis dekat dengan Singapura,” paparnya.

Ayung menambahkan, saat ini belum ada kepastian di mana Pegatron akan menempatkan pabriknya di Batam. Menurut Ayung, ada kemungkinan akan menempati lokasi di dalam kawasan industri di Batam.

“Masih dalam tahap negosiasi dulu,” katanya.

Investasi akan dilakukan mulai sebulan ini dan bakal produksi penuh pada pertengahan 2019. Chairman Pegatron Tung Tzu-hsien baru-baru ini juga mengatakan, perusahaan tengah meningkatkan kapasitas produksinya di Taiwan Utara, Taoyuan untuk memenuhi permintaan yang kuat pada produk yang terkena dampak tarif impor dari AS.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Lukita Dinarsyah Tuwo sudah mengisyaratkan bahwa Batam memang akan kedatangan investor asing yang bergerak di sektor industri pemasok komponen smartphone.

Bahkan BP Batam akan membangun lokasi khusus untuk industri pemasok komponen smartphone. Tujuannya adalah untuk menciptakan ekosistem industri smartphone yang berkelanjutan di Batam.

“Jika pemasok komponen smartphone bangun pabrik di sini, akan lebih efektif,” katanya.

Lukita menyebut Batam memiliki lokasi strategis karena berada di Selat Malaka. Sedikitnya ada enam ribu pelayaran melewati Selat Malaka setiap tahunnya. Angka tersebut bahkan lebih tinggi dibanding arus pelayaran dari Terusan Suez dan Terusan Panama.

Infrastruktur juga cukup memadai untuk menunjang aktivitas industri, khususnya industri pemasok komponen smartphone. Sehingga dapat menciptakan iklim investasi yang positif bagi industri smartphone untuk tumbuh.

Selain Pegatron, BP Batam dibantu para pengusaha tengah berusaha merayu 24 industri pemasok komponen smartphone agar mau membuka pabriknya di Batam. Dengan demikian, maka produksi bisa lebih cepat dan biaya produksi lebih murah karena jarak antara pabrik smartphone dan pemasok komponennya semakin dekat.

Selain itu, pasar Indonesia juga sangat luas. Hal ini dinilai dapat menjadi peluang bagi perusahaan-perusahaan perakit maupun pemasok komponen smartphone untuk mengembangkan bisnisnya di Batam. Pihaknya berharap banyaknya keunggulan yang ada di Batam ini bisa menjadi daya tarik perusahaan-perusahan pemasok komponen smartphone agar membangun pabriknya di Batam. (leo)

Advertisement
loading...