Foto Ilustrasi

batampos.co.id – Beberapa jam digeledah, tak ditemukan narkotika di tiga orang yang baru tiba dari Aceh di Bandara Soekarno-Hatta itu. Tapi, kejelian petugas akhirnya membuahkan hasil.

Sepatu yang dipakai BA, SU, dan AM diperiksa. Bingo! Sabu-sabu terselip di sepatu ketiganya. ”Di sepatu SU, terdapat 300 gram sabu, AM terdapat 400 gram, dan BA 300 gram,” tutur Wadir Dittipid Narkoba Bareskrim Kombespol Krisno Halomoan Siregar dalam rilis di Jakarta kemarin.

Itu adalah satu di antara dua kasus yang diungkap Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipid Narkoba) Bareskrim. Satunya lagi juga penyelundupan sabu-sabu, tapi dengan menggunakan bus.

Modus mengirim sabu-sabu dengan sepatu tersebut, kata Krisno, tergolong baru. Biasanya, upaya penyelundupan dilakukan dengan modus tas. ”Begitu tiba di terminal 1 C Bandara Soekarno-Hatta, petugas curiga dengan ketiganya,” paparnya.

Kasus lainnya adalah penyelundupan 20 kg sabu-sabu yang menggunakan bus Sumatera–Jawa. Dia menjelaskan, sabu-sabu tersebut di-packing dengan karung goni. Dengan disisipi ikan asin. ”Ikan asin ini untuk menghindari endusan anjing K9,” jelasnya.

Namun, tetap saja upaya itu ketahuan dan akhirnya empat pelaku digulung petugas, yakni MIS, HGS, DJS, dan EZ. MIS merupakan pengendali penyelundupan itu. ”Ketiga lainnya bertugas membawa sabu,” urainya.

Diketahui, sabu-sabu tersebut berasal dari Malaysia yang menerobos Indonesia melalui laut. ”Kami akan perketat pemantauan di jalur laut,” papar polisi dengan tiga melati di pundak tersebut. (idr/c17/ttg/JPG)

Advertisement
loading...