batampos.co.id – Barangkali beginilah kalau tinggal di negeri makmur semacam Taiwan. Urusan mencari siapa pencuri minuman yoghurt saja harus memakai tes DNA. Yang terjadi kemudian sudah pasti pemborosan habis-habisan. Tes DNA yang diminta seorang perempuan di Taipei itu menghabiskan TWD 18 ribu (Rp 8,5 juta). Padahal, yoghurt-nya seharga TWD 59 alias Rp 27 ribu saja.

’’Ini adalah pemborosan uang rakyat. Jika saya yang jadi polisi, saya akan membelikan dia sebotol minuman yang sama sebagai gantinya,’’ ujar Liu, salah seorang warga, sebagaimana dikutip Apple Daily.

Dilansir BBC, kisah tersebut bermula saat seorang perempuan yang menemukan botol yoghurt miliknya sudah kosong di tempat sampah. Dia tinggal bersama lima mahasiswa Chinese Culture University di Taipei. Perempuan itu me­ngambil botol tersebut dari tempat sampah dan meminta pelaku mengaku. Tapi, tak ada yang buka mulut.

Tak mau menyerah, dia lantas melapor kepada polisi. Tes sidik jari tak bisa dilakukan karena botolnya basah saat kejadian. Dia lalu meminta agar dilakukan tes DNA untuk menangkap si pencuri. Semua dites, termasuk dirinya. Per tes DNA menghabiskan TWD 3 ribu atau lebih dari Rp 1,4 juta. Dari hasil tes itulah, si pencuri akhirnya ketahuan dan ditahan.

’’Kasus ini ibarat menembak burung menggunakan meriam, tak proporsional,’’ tutur salah seorang petugas kepolisian. Orang di negeri kaya mah bebas. (sha/c14/ttg/JPG)

Advertisement
loading...