batampos.co.id – Hujan deras yang mengguyur sejumlah derah di Jawa Timur telah memicu bencana. Seperti bencana tanah longsor dan banjir yang terjadi di Pacitan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan cuaca buruk berupa hujan lebat disertai angin kencang bakal terjadi hingga Senin (10/12).

Kepala Bagian Humas BMKG Hary Tirto Djatmiko menuturkan BMKG sudah mengeluarkan peringatan dini terkait hujan lebat dengan disertai angin kencang. ’’Ada beberapa daerah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat dan disertai angin kencang sesaat,’’ katanya kemarin. Selain itu BMKG juga menyampaikan hujan lebat disertai dengan petir.

Daerah yang berpotensi diguyur hujan lebat disertai petir dan angin kencang adalah Pamekasan, Sumenep, Kota dan Kabupaten Mojokerto, Bojonegoro, Jombang, dan Trenggalek. Kemudian Kabupaten dan Kota Madiun, Pacitan, Ponorogo, Ngawi, Nganjuk, Kota Batu, Kabupaten dan Kota Malang, Kabupaten dan Kota Kediri, Kabupaten dan Kota Probolinggi, serta Bondowoso.

Lebih lanjut Hary menjelaskan cuaca ekstrim kerap terjadi di musim pancaroba. Fenomena putting beliung menjadi fenomena alamiah yang biasa terjadi. Indikasi hujan lebat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat.

Dia menuturkan sifat puting beliung tidak bisa diprediksi secara spesifik, hanya bisa diprediksi 0.5 – 1 jam sebelum kejadian jika melihat atau merasakan tanda – tandanya dengan tingkat keakuratan < 50 persen. “Hanya berasal dari awan Cumulonimbus, tetapi tidak semua awan Cumulonimbus menimbulkan puting beliung,” paparnya.

Lebih lanjut dirinya menerangkan untuk secara bulan tidak bisa diprediksi, hanya bisa melalui tanda-tanda. Apabila terjadi saat musim hujan kondisi cuaca hampir mirip di transisi, artinya saat terik pada musim hujan, maka diindikasikan akan terjadi hujan dengan angin kencang. “Jika 1-3 hari berturut tidak ada hujan di masa transisi ada indikasi potensi hujan lebat dengan angin kencang,” terangnya.

Untuk wilayah DKI peta prakiraan daerah potensi banjir Desember 2018 sebagian besar berwarna hijau atau berpotensi rendah. Terkait banjir ia mengatakan potensinya apabila terjadi hujan seharian, bisa dimungkinkan peta hijau berubah jadi kuning dan yang kuning menjadi merah. “Banjir, longsor, bukan fenomena bulanan namun harian,” paparnya.

Sementara itu Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan informasi terkait banjir dan longsor di Pacitan. Dia menjelaskan akibat bencana banjir dan longsor itu ada 236 jiwa mengungsi dan 4 orang meninggal dunia.

Akibat bancir ratusan warga ikut terdampak. Terbanyak warga di Dusun Jelok, Desa Kayen, Kecamatan Kebonagung sebanyak 217 orang. Dalam penanganan darurat, BPBD Pacitan menjadi komando untuk melakukan upaya darurat bersama TNI, Polri, dan Basarnas. Kebutuhan logistic berupa makanan siap saji, beras, dan mi instan sudah disalurkan. (wan/nis/JPG)

Yuk Baca