batampos.co.id – Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertamanan (Disperkimtan) Kota Batam memberikan surat peringatan (SP) kedua kepada kontraktor terkait mangkraknya pengerjaan peningkatan drainase di lingkungan Grya Batuaji Asri tahap empat RW 20.

Kepala Disperkimtan Batam, Eryudhi mengatakan pengerjaan memang mengenai bagian dari rumah warga. Saat ini genangan air yang dikeluhkan oleh warga juga sudah diperbaiki.

“PPTKnya sudah turun tadi mengecek. Tinggal penyelesaiannya saja lagi,” ucapnya.

Baca: Drainase Rusak Rumah Warga Grya Batuaji Asri

Mengenai plang nama proyek yang tidak dipasang menurutnya memang tidak dibenarkan. Ia mengakui proyek ini sudah diawasi dari awal. “Kami awasi, cuman pelaksana tidak taat pada jadwal. Kami juga tidak tahu alasannya,” ujarnya.

Ia menyebutkan proyek ini tetap harus selesai hingga akhir tahun ini. Masih ada kurang lebih dua minggu untuk menyelesaikan proyek yang terbengkalai ini.

“Harus siap karena anggaran tahun ini. Saya kebetulan masih di luar kota tapi tim sudah saya utus memantau jalannya proyek ini,” tambah Yudhi.

Sementara itu, Wali Kota Batam Muhammad Rudi menyebutkan tidak ada proyek yang mangkrak karena semua masih dalam proses pengerjaan.

“Tak ada yang tak selesai semua jalan,” tegasnya.

Ia juga enggan mengomentari proyek yang jelas-jelas sudah dikeluhkan warga tersebut. “Saya ada acara lagi. Mana ada proyek yang mangkrak,” singkatnya.

Sebelumnya, proyek yang sudah sebulan mangkrak itu merusak bangunan rumah dan juga menghalangi aliran air keluar dari lingkungan perumahan. Ratusan kepala keluarga di sana resah sebab belum ada kepastian kapan proyek drainase itu dirampungkan.

Ardi tokoh masyarakat di RT 01 menuturkan, sebelum proyek tanpa plang tersebut masuk, lingkungan pemukiman mereka aman-aman saja. Meskipun hujan deras air tetap mengalir lancar ke drainase induk menuju sungai Seilangkai.

Namun semenjak masuk proyek tersebut dua bulan yang lalu, aliran air dalam pemukiman jadi tidak lancar. “Karena bangun drainase asal-asalan saja. Proyek ini dari perkim tapi yang melaksanakan di lapangan abal-abal. Pasang box culver saja miring-miring. Sudah begitu tak disemen sehingga tak rata. Yang dipinggiran (tujuan aliran air dari dalam perumahan) lebih tinggi dari yang di dalam perumahanm,” keluhnya. (yui)

Advertisement
loading...