Minggu, 5 April 2026

KEK Galang Batang Garap Bauksit

Berita Terkait

batampos.co.id – Pemerintah meresmikan kawasan ekonomi khusus (KEK) Galang Batang di Bintan, Kepulauan Riau, Sabtu (8/12). KEK Galang Batang diproyeksikan menjadi kawasan utama industri aluminium dan turunannya dengan nilai investasi Rp 36,25 triliun. ’’Akan menyerap tenaga kerja 23.200 orang,’’ ujar Menko Perekonomian Darmin Nasution.

Realisasi investasi itu meliputi pembangunan pelabuhan dan dermaga yang telah selesai dengan nilai Rp 951 miliar. Pembangunan yang sedang berjalan, yakni alumina refinery dengan kapasitas produksi 2 juta ton per tahun, investasinya Rp 1,65 triliun.

Lalu, pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dengan nilai investasi Rp 1,93 triliun. PLTU tahap I berkapasitas 6×25 mw ditargetkan selesai 2021 dan pembangunan DAM Water Reservoir kapasitas 7.518.000 m³ dengan nilai investasi Rp 196 miliar.

’’Kemudian, pembangunan brick factory dan coal gas sekitar Rp 870 miliar. Semua investasi dan pembangunan itu dilakukan PT Bintan Alumina Indonesia selaku pengusul KEK Galang Batang,’’ tambahnya.

Darmin berharap masyarakat terlibat pada KEK Galang Batang untuk menjembatani kesenjangan. ’’Keterlibatan masyarakat atas dunia usaha di wilayah perlu ditingkatkan melalui link and match pendidikan dan kewirausahaan,’’ jelasnya.

Sekretaris Dewan Nasional KEK Enoh Suharto Pranoto menyampaikan, KEK Galang Batang ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 42 Tahun 2017. Kegiatan utamanya adalah industri pengolahan bauksit dan logistik dengan luas lahan 2.333 hektare.

Saat ini telah terpasang daya 0.8 mVa dari PLN di kantor administrator KEK Galang Batang serta dalam tahap penyambungan listrik dengan kapasitas 2×1.3 mw dari PLN. Selanjutnya, listrik kawasan didukung power plant berkapasitas 6×25 mw yang ditargetkan terbangun pada 2021. (nis/c15/oki/JPG)

Update