Para pemain Persija Jakarta saat merayakan juara Liga I 2017/2018 setelah sukses mengalahkan Mitra Kukar dengan skor 2-1, Minggu (9/12) di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta. (Charlie/INDOPOS)

batampos.co.id – Butuh waktu 17 tahun untuk Persija Jakarta berpesta. Kemenangan itu dirayakan, setelah Macan Kemayoran mengalahkan Mitra Kukar dengan skor 2-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta, Minggu (9/12) bersama 68.000 ribu The Jakmania.

Bambang Pamungkas dan kawan-kawan turun ke lapangan dengan semangat tinggi. Anak asuh Stefano Cugurra Teco pun langsung berinisiatif meneror lini pertahanan Mitra Kukar sejak menit pertama. ”Pertandingan ini sangat penting bagi kami. Semua pemain sudah bekerja keras sampai di titik ini. Kesempatan emas bagi kami merebut gelar juara, apalagi kami didukung penuh suporter The Jakmania,” ujar Teco dalam konferensi pers sebelum pertandingan kontra Mitra Kukar di Jakarta, Sabtu (8/12) lalu.

Naga Mekes-julukan Mitra Kukar- yang berada di posisi ke-17 klasemen tampil panik. Alhasil pada menit ke-14, lini belakang anak asuh Rahmad Darmawan membuat kesalahan. Marko Simic dilanggar di dalam kotak penalti. Wasit pun menunjuk titik putih. Hadiah tendangan 12 pas untuk Macan Kemayoran.


Marko Simic yang menjadi eksekutor tak mau melewatkan kesempatan itu. Bola ditendang mendatar di sisi kanan gawang. Kiper Mitra Kukar, Yoo Jae-hoon tak mampu menghalau bola. 1-0 untuk Persija. Skor 1-0 bertahan hingga babak pertama usai. Di babak kedua, Persija masih mendominasi jalan laga. 14 menit setelah peluit babak kedua ditiupkan, Simic lagi-lagi kembali mencatatkan nama di papan skor. Pesepakbola asal Krosia itu berhasil menyundul bola saat terjadi kemelut di mulut gawang. Skor 2-0. Jak Mania pun bergemuruh menyambut gol Simic.

Mitra Kukar yang terjebak di papan bawah tak mau pulang dengan tangan hampa. Anak asuh Rahmad Darmawan berkali-kali mencoba untuk terlepas dari tekanan. Pada menit ’71, Naga Mekes sempat mendapat penalti. Namun, kiper Persija Andritany Ardhiyasa mampu tampil gemilang dan menepis bola sepakan Fernando Rodriguez dari titik putih.

Mitra Kukar mampu memperkecil keunggulan melalui Aldino Herdianto pada menit ’88. Namun, skor 2-1 tak membuat Persija gagal berpesta. Kesebelasan ibu kota itu terakhir kali juara Liga Indonesia pada 2001 silam. ”Kami optimististis mengakhiri laga dengan kemenangan. Saya sangat menggebu ingin mendapatkan hasil terbaik. Kami ingin mendapatkan hasil yang kami idam-idamkan,” tutur kiper Persija Jakarta Andritany.

PSM Makassar yang menjadi pesaing Persija juga berhasil menang 5-1 melawan PSMS Medan. Namun, kemenangan itu tak cukup membuat Juku Eja juara. Dengan gelar ini, maka Macan Kemayoran telaih merah 11 piala pada kompetisi sepak bola tertinggi di Tanah Air. ”Sudah terlalu lama The Jakmania menunggu gelar juara,” kata Teco, Minggu (9/12).

Ribuan Jakmania yang memenuhi pintu 1 dan pintu 5, SUGBK langsung bersorak ketika mengetahui Persija mengalahkan Mitra Kukar. Mereka juga menari, sambil mengibarkan bendera besar bertuliskan Persija. The Jakmania pun bahkan menyalakan flare yang membuat asap tebal di sekitar SUGBK. ”Kami bangga Persija juara. Hidup Persija,” teriak Iwan, salah seorang Jakmania sembari mengibarkan bendera, kemarin.

Suasana serupa juga terjadi di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga yang berada di seberang SUGBK. Ribuan Jak,ania yang nobar di halaman Menpora langsung bersorak kegirangan begitu wasit meniup peluit akhir. ”Hidup Persija, hidup Jakmania,” teriak salah seorang suporter.

Keberhasilan Macan Kemayoran pun langsung mendapatkan apresiasi dari Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan Rencananya, Anies akan mengundang tim kebanggaan The Jakmania itu ke kantornya, di Balai Kota Jakarta. ”Besok (hari ini, Red.) kita akan rayakan sama-sama. Nanti akan diarak sampai ke Balai Kota,” kata Anies usai laga, kemarin.

Terkait rencana arak-arakan tim, Anies belum merincikan lebih detail. Menurut dia, perlu ada pembicaraan yang lebih matang sebelum proses perayaan juara Macan Kemayoran dilaksanakan. ”Belum tahu agendanya. Masih akan digodok,” tegas dia.

Gelar juara Persija Jakarta semakin lengkap setelah Rohit Chand berhasil menjadi pemain terbaik. Pemain asal Nepal tersebut mampu menyingkirkan dua nominasi lainnya, Wiljan Pluim asal PSM Makassar dan David da Silva dari Persebaya Surabaya.

Sebelumnya, Rohit sempat mengaku terkejut karena masuk dalam nominasi. Kini, dia tak hanya terkejut masuk nominasi, tapi justru bisa menjadi pemenang pemain terbaik. ”Saya terima kasih, ini gelar kejutan untuk saya. Ini adalah kerja keras tim, tanpa teman-teman kami tak akan bisa meraih gelar ini,” katanya.

Rohit dipilih oleh tim teknik dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) yang melakukan penilaian dari awal musim. Pemain 26 tahun itu masuk nominasi karena mampu konsisten tampil apik bersama Persija.

Sementara itu, Kapten Persija Ismed Sofyan yang berhasil membawa rekan-rekannya mengaku bersyukur bisa membawa Macan Kemayoran meraih gelar juara. Apalagi gelar juara ini diraihnya di usia yang telah 40 tahun. Namun, Ismed mengaku belum memikirkan untuk pensiun. ”Saya punya keinginan besar untuk bermain sepak bola. Jadi untuk terus bermain di Persija, mudah-mudahan, tahun depan (lanjut juara, Red) ya,” tandasnya kepada awak media. (bam/ant/jpg)

Loading...