Kamis, 23 April 2026

Traveling Tak Sekadar Refreshing

Berita Terkait

Turis asing dibawa keliling menikmati bakau di Bintan. (Dokumentasi Traveller Bintan)

batampos.co.id – Traveling bukan lagi sesuatu yang mewah, dimana hanya dinikmati kalangan tertentu saja. Paradigma tentang traveling sebagai kegiatan berfoya-foya pun mulai hilang.

Berdasarkan riset global yang dikeluarkan World Travel and Tourism Coucil pada 2018 menyatakan, Asia menjadi benua dengan pertumbuhan sektor travel dan tourism tercepat dibanding negara-negara lainnya. Indonesia termasuk salah satu negara dengan pertumbuhan traveler tercepat (7,7 persen).

Tidak terkecuali bagi masyarakat di Batam. Hobi traveling juga tinggi terlebih untuk destinasi ke luar negeri. Ini seiring dengan letak strategis kota berjulukan Bandara Dunia Madani ini, yang dekat dengan Singapura dan Malaysia.

Seorang traveler Batam, Fransisca berpendapat, mulai minimnya hambatan untuk traveling menjadi faktor yang mendukung meluasnya mobilitas traveler ke berbagai negara. Sehingga traveling tak lagi hanya dinilai sebagai ajang refreshing.

”Seperti proses pengurusan paspor atau visa yang makin mudah, tersedianya beragam pilihan jasa angkut lintas negara dengan biaya terjangkau, adanya negara bebas visa, bahkan rute penerbangan langsung yang sudah banyak dibuka,” terangnya.

Di sisi lain, wanita 30 tahun itu mengaku menyukai dunia traveling untuk mencapai kepuasan tersendiri dalam memperoleh pengetahuan baru. ”Kita bisa mengenal tempat baru, budaya baru, bahkan kulinernya yang mungkin bisa jadi nilai lebih dalam traveling,” jelas pekerja swasta itu.

Apalagi, di era milenial saat ini yang aktif menggunakan media sosial, cukup memberi pengaruh dalam gaya bertraveling. ”Lebih nyaman traveling ramai sama teman biar bisa sharing cost, dan sama-sama bisa saling update foto atau video terbaru di tempat yang baru saja dikunjungi. Keseruannya dapat,” tutur mahasiswi Uniba, Stefani Sirait.

Ia menambahkan, tidak dipungkiri untuk traveling membutuhkan persiapan yang matang. Selain biaya yang cukup, stamina juga harus prima. ”Semua harus diatur, tak bisa dadakan juga apalagi sampai memakan waktu berhari-hari,” ucap Stefani.

Melihat tingginya mobilitas traveling ini, maka tak heran Pemerintah Kota (Pemko) Batam juga gencar meningkatkan sektor pariwisata dalam penyediaan destinasi baru maupun berbagai event kepariwisataan. Pembenahan infrastruktur pun gencar dilakukan untuk menarik perhatian wisatawan. (nji)

Update