
batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam akan mulai memanfaatkan potensi kawasan perairan di sekitar Batam untuk investasi setelah mendapatkan izin floating storage unit (FSU) dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Namun, untuk FSU, baru akan bisa dimulai tahun depan. Untuk saat ini, BP Batam baru bisa melegalkan proyek ship to ship (STS) sebagai langkah awal dari proyek investasi FSU.
“Tanggal 17 Desember nanti baru masuk STS. Nanti kita akan umumkan saat kedatangannya,” kata Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo di Hotel Harris, Batam Center, Senin (10/12).
Sebagai penjelasan, STS merupakan kegiatan kapal untuk memindahkan muatan kapal (transhipment), bisa dalam bentuk minyak atau gas dari kapal tanker atau kapal curah ke kapal sejenis atau jenis kapal lain dengan posisi yang berdekatan. Kegiatan STS dapat dilakukan baik dalam posisi kapal yang sedang berlabuh atau mengapung di laut.
Sedangkan FSU adalah semacam pom bensin terapung di lepas pantai. Sebelumnya, BP Batam sudah menandata-ngani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Agra Telaga Kajayan pada Maret lalu.
Isi kerja sama itu terkait penge-lolaan dan pengoperasian FSU di perairan lepas Pelabuhan Batuampar. Setidaknya ada tujuh titik perairan di Batam yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan alih muat kapal dan FSU hingga saat ini.
“Dengan diterapkan FSU, maka alih muatan kapal tidak harus bersandar di pelabuhan. Prosesnya bisa dilaksanakan di lepas pantai yang masih masuk dalam wilayah perairan Indonesia,” ungkapnya.
Lukita mengatakan, pada 17 Desember nanti, Batam akan didatangi kapal milik perusahaan Energy Surya Investama yang ingin berinvestasi di daerah perairan Batam.
“Kapalnya sudah berlayar, tak perlu saya sebut dari mana. Kami akan lakukan sedikit perayaan untuk menyambut mereka,” katanya lagi.
Selain Energy Surya Investama, ada satu lagi perusahaan yang akan memanfaatkan perairan Batam mulai tahun depan. “Sekarang sudah mulai bisa pecah telur untuk memulai pemanfaatan daerah perairan kita,” ungkapnya.
Pengembangan FSU menjadi salah satu wacana dalam pengembangan Pelabuhan Batuampar. Proses pengembangan sendiri akan direncanakan dalam dua tahapan. Tujuan utamanya adalah mengembangkan kapasitas pelabuhan dari 400 ribu TEUs menjadi 3,1 juta TEUs. Sedangkan target konstruksi akan dimulai pada tahun 2019 dan target operasi pada tahun 2021. (leo)
