Jumat, 8 Mei 2026

Pasar Amerika Masih Potensial

Berita Terkait

batampos.co.id – Pasar Amerik­a menjadi tujuan utama pelaku usaha di Batam pada 2019. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga mencapai 7 persen. Caranya adalah dengan menggenjot ekspor ke Negeri Paman Sam tersebut.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Oke Nurwan mengatakan cara menggenjot ekspor adalah melalui strategi optimalisasi pemanfaatan surat keterangan asal (SKA) untuk mendapatkan generalized system of preferences (GSF) dari Amerika.

“SKA adalah dokumen pe-lengkap atau pendukung barang ekspor dan impor yang menunjukkan asal barang dengan ketentuan rules of origin (ROO). Manfaatnya antara lain mendapatkan keringanan tarif bea masuk,” kata Oke, Senin (10/12) di Batam.

“Sedangkan GSP adalah fasilitas tarif preferensi yang diberikan oleh Amerika kepada negara berkembang dengan syarat tertentu. GSP ini diberikan kepada 103 negara berkembang, termasuk Indonesia,” katanya lagi.

Dengan kata lain, Indonesia mendapatkan pemotongan bea masuk impor ketika mengekspor 3.500 produknya ke Amerika.

Produknya antara lain produk pertanian, produk tekstil, garmen dan kayu. GSP merupakan kebijakan perdagangan sepihak yang umumnya dimiliki negara maju dengan tujuan untuk membantu perekonomian negara berkembang, tetapi tidak bersifat mengikat bagi negara pemberi atau penerima. Indonesia telah menerimanya selama 40 tahun.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Direktorat Fasilitasi Ekspor dan Impor Kementerian Perdagangan, Indonesia merupakan penerima GSP nomor empat terbesar di dunia, setelah India, Thailand dan Brazil. Pada 2017, Indonesia mendapatkan pemotongan lewat fasilitas GSP sebanyak 1,95 miliar dolar Amerika. Sedangkan total ekspor Indonesia ke Amerika mencapai 9,44 dolar Amerika.

“Produk utama yang diekspor antara lain ban truk dan bis, perhiasan, kabel, alat musik, barang-barang travel dan polywood,” bebernya.

Sedangkan Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri, Gusti Raizal Eka Putra menga-takan, ide untuk memasuki pasar Amerika merupakan ide bagus karena dapat mendorong sektor ekspor yang tengah mengalami perlambatan.

”Ini bagus karena dapat mendorong kita di tengah perlambatan karena net ekspor itu negatif. Dan juga sebagai stimulan untuk menumbuhkan optimisme dari pelaku usaha di Batam,” paparnya.

Buruh pelabuhan Batu Ampar membongkar barang | Dalil Harahap/Batam Pos

Berdasarkan data yang dihimpun BI Perwakilan Kepri, total ekspor non migas Kepri ke Amerika hingga Oktober men­capai 674,97 juta dolar Am­erika atau 9,12 persen dari­ total ekspor Kepri ke Amerika dan 5,35 persen dari total ekspor Indonesia ke Amerika.

Adapun tiga komoditi utama ekspor non migas Kepri ke Amerika antara lain mesin dan peralatan listrik dengan nilai ekspor sebesar 194,749,606 dolar Amerika. Kemudian cokelat dengan nilai ekspor sebesar 116,333,065 dolar Amerika dan terakhir mesin dan pesawat mekanik dengan nilai ekspor sebesar 93,796,663 dolar Amerika.

”Sejak 2015, pertumbuhan ekspor non migas Kepri memiliki tren meningkat. Tahun 2015, nilai ekspor sebesar 597,10 juta dolar Amerika. Kemudian naik 2,15 persen di tahun 2016 mencapai 609,96 juta dolar Amerika. Naik lagi 11,83 persen di tahun 2017 menjadi 682,11 juta dolar Amerika,” papar Gusti.

Amerika juga menjadi negara peringkat kedua sebagai tujuan ekspor non migas Kepri dengan persentase 9,12 persen. Sedangkan untuk peringkat pertama masih Singapura dengan persentase 41,08 persen dan peringkat ketiga adalah Tiongkok dengan persentase 8,23 persen. Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan, BP akan terus mensosialisasikan bagaimana menangkap pasar Amerika sebagai sebuah peluang.

”Ini bagaimana manfaatkan pasar Amerika di tengah-tengah kondisi yang kurang baik. Kami akan bahas juga bagaimana peluang agar pintu ekspor ke Amerika tetap terbuka dengan pintu masuknya dari Batam.

Makanya, BP memberikan sejumlah insentif untuk mempermudah investor di Batam dalam meningkatkan ekspornya dan juga ekspansi usahanya.

“Industri masih oke meski ada tantangan dari harga gas. Tapi dengan OSS yang sudah berjalan, saya yakin dapat merang-sang investor datang ke Batam. Baru kemudahan mengimpor bahan baku saat ekspor keluar. Semua akan diurus bersama,” paparnya.

Sedangkan Wakil Ketua Koordinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri Tjaw Hoeing mengatakan bahwa Amerika merupakan market ideal untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi Batam di 2019. (leo)

Update