Minggu, 1 Februari 2026

Jalan Layang Simpang Kabil akan Dibangun 2019

Berita Terkait

batampos.co.id – Jalan layang) di Simpang Kabil akan dibangun mulai 2019 mendatang.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengaku telah berbicara dengan perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) terkait rencana jalan layang kedua di Batam itu.

”Sudah dibicarakan denganKemen PUPR waktu ulang tahun PU. Insya Allah tahun depan diselesaikan,” kata Rudi, belum lama ini.

Ia menyampaikan, perwakilan Kemen PUPR yang datang saat membahas rencana pembangunan jalan tol sepanjang 25 kilometer berbeda.

”Orangnya perwakilan Kemen PUPR beda. Pembicaraan dengan perwakilan Kemen PUPR ini khusus membahas jalan layang Simpang Kabil,” sebutnya.

Rudi mengatakan, terkait rencana jalan tol tersebut pihaknya minta agar dibangun pada ruas baru dengan berbagai pertimbangan. Sebab, kalau dibangun pada jalan yang lama akan menganggu lalu lintas. Kemudian, alasan lain yakni jalan yang sudah ada sudah diperindah dan Pemerintah Kota (Pemko) Batam berharap tidak perlu diganggu lagi.

Tidak hanya itu, menurut Rudi, spesifikasi jalan layang belum tentu sesuai dengan jalan tol yang akan dibangun. Untuk itu, Pemko Batam meminta ada survei kembali. Jika tidak ada ROW baru, maka mungkin dengan solusi pembangunan tol layang.

”Jalan layang di atas hutan kan boleh, saya lebih suka, hebat itu,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM SDA) Kota Batam, Yumasnur memastikan pembangunan jalan layang Simpang Kabil telah diajukan Pemko Batam ke pemerintah pusat untuk dianggarkan tahun 2019 mendatang.

”Yang jelas kami sudah masukkan untuk tahun depan. Tapi nanti kami akan lihat, apakah 2019 atau 2020, kita tunggu. Tergantung anggaran pusat,” kata Yumasnur, kemarin.

Targetkan Selesai Satu Tahun

Sementara itu, desakan sejumlah masyarakat agar proyek jalan dua jalur Batuaji-Sekupang yang mangkrak sejak 2014 lalu direspon Pemko Batam. Wali Kota Batam, Muhammad Rudi menegaskan, proyek dari Kemen PUPR itu akan dilanjutkan 2019.

”Tahun depan mulai dikerjakan. Dari pusat, (anggaran, red) APBN,” ujar Rudi di Batuaji, Minggu (16/12/2018).

Proyek ini juga ditargetkan selesai dalam setahun, sehingga akses jalan yang menghubungkan wilayah Batuaji dan Sekupang itu lebar dan lancar.

”Sudah terdesak. Banyak keluhan (pengguna jalan, red) jadi harus segera dirampungkan,” ucapnya.

Seperti diketahui Jalan Pangeran Diponegoro itu selama ini dikeluhkan pengguna jalan karena rusak dan hanya satu jalur saja. Padahal itu adalah jalan utama yang padat dilalui kendaraam setiap waktu. Kecelakaan lalu lintas kerap terjadi di sepanjang jalan tersebut. Terakhir kecelakaan beruntun satu mobil dan empat sepeda motor yang menewaskan dua pengendara sepeda motor di tikungan dekat kebun pembibitan Pemko Batam, Seiharapan, Sekupang, Selasa (11/12) lalu.

Kecelakaan itu diharapkan jadi perhatian serius pemerintah agar kerusakan jalan segera diperbaiki. Begitu juga proyek jalan dua jalur yang sudah lama mangkrak segera dirampungkan.

”Kendaraan sudah sangat padat sekarang. Jalan tak ada peningkatan. Bahkan yang rusak semakin banyak. Ini seharusnya diperhatikan. Jalan ini perlu perbaikan dan penambahan jalur. Proyek dua jalur yang mangkrak itu harus dirampungkan agar mengurangi angka kecelakaan,” ungkap Sandro Wijaya, pengendara mobil sedan di Seitemiang, beberapa waktu lalu.

Senada disampaikan Nurdin, pengguna jalan lainnya. Menurut dia, kecelakaan lalu lintas kerap terjadi karena jalan tersebut tidak rata. Bahu jalan dipenuhi dengan bekas tambalan, serta muncul lubang-lubang baru yang sangat membahayakan pengendara.
Selain itu, lanjutnya, debu dan tanah yang ditinggalkan truk-truk proyek juga memperburuk kondisi jalan. Debu berterbangan di sepanjang jalan sehingga mengganggu jarak pandang pengendara, khususnya pengendara sepeda motor.

”Sangat rawan. Sudah seharusnya diperhatikan. Ini jalur ramai loh,” kata Nurdin lagi.

Masih kata Nurdin, kecelakaan yang kerap terjadi selama ini karena akses jalan hanya satu jalur. Sedangkan arus lali lintas di jalur tersebut sangat padat.

”Ini masalah lama sebenarnya, hanya saja disoroti ketika ada kecelakaan besar. Padahal sebenarnya setiap hari ada saja yang jatuh atau tabrakan di jalan ini. Ya, karena kondisi jalannya memang begini, rusak para” tutur Nurdin. (iza/eja)

Update