Wacana peleburan Badan Pengusahaan (BP) Batam dengan Pemerintah Kota (Pemko) Batam menjadi trending topic.

Pro dan kontra pasti mewarnai. Karena ada plus dan minusnya. Dari Presiden, menteri, pakar, hingga pemangku kepentingan sudah mengemukakan pendapatnya. Ada yang setuju, ada yang kurang setuju.

Ya. Itu wajar. Semua bebas menyampaikan pendapatnya. Toh, punya dasar masing-masing. Bukan pendapat kaleng-kaleng (maksudnya: bukan pendapat asal-asalan).

Kalau bagi saya pribadi, bukan soal dilebur atau tidaknya. Namun lebih kepada regulasinya. Terutama soal pembagian kewenangan. Mungkin, tidak akan menjadi soal kalau ada dua matahari di Batam. Asalkan pemerintah pusat memberikan kejelasan soal: ini domain siapa, itu domain siapa.

Mungkin, yang menghambat investasi bukan BP Batam atau Pemko Batam. Bisa jadi karena faktor regulasi itu. Kemudahan yang diberikan investor apa. Prosesnya ribet atau tidak.

Memang, sudah ada Mal Pelayanan Publik. Tapi setahu saya, masih agak jelimet. Karena perizinannya di-handle oleh masing-masing instansi.

Bukan oleh satu instansi atau lembaga. Terlepas dari itu semua, apapun yang diputuskan pemerintah pusat harus dikaji matang-matang. Tidak boleh hanya sekadar mendapat masukkan. Karena, apapun keputusannya, akan berpenga-ruh terhadap masa depan Indonesia. Khususnya Batam sebagai jendela Indonesia.

Lagi-lagi ini pendapat pribadi saya. Jikalau pemerintah pusat memutuskan BP Batam dan Pemko Batam dilebur atau tidak, mesti dipertimbangkan secara menyeluruh. Tidak boleh hanya keputusan sesaat.

Kalau perlu, libatkan stake holders yang berkepentingan. Buat sebuah forum besar. Hadirkan pemerintah pusat. Kalau perlu Presiden bersama para menterinya. Diskusikan. Lalu, ambil keputusan yang tepat secara bersama-sama.

Sehingga, keputusan soal mau diapakan Batam ini, adalah keputusan bersama. Dilandasi oleh gagasan dan pemikiran semua pihak. Serta sesuai dengan koridor hukum dan ketentuan yang berlaku.

Namun yang perlu digarisbawahi, keputusan yang diambil haruslah yang terbaik. Baik untuk masyarakat Batam, baik untuk stake holders, dan tentu saja baik untuk bangsa serta negara.

Karena kita tahu bahwa Batam adalah wajah Indonesia. Apapun yang terjadi di Batam, dianggap sebagai representasi terhadap kondisi Indonesia secara keseluruhan. Batam adalah Indonesia.

Pada edisi kali ini, saya memang tidak membahas soal kabar bombatis itu. Tidak pula mengupas soal plus-minus peleburan atau tidak. Kenapa, karena lebih banyak yang berkompeten. Lebih memahami dan mengerti.

Namun sebagai masyarakat yang baik, tentu saja kita berharap agar apapun keputusan yang diambil, berefek positif terhadap semua sektor. Baik dari segi ekonomi, infrastruktur, dan sektor-sektor lainnya.***

Yuk Baca