Karyawan adalah aset terbesar perusahaan untuk tumbuh dan berkembang. PT Adhya Tirta Batam (ATB) mengembangkan potensi Sumber Daya Manusia (SDM) melalui beragam pelatihan profesional bagi karyawannya.

Pelatihan dan pengembangan SDM sangat erat hubungannya dengan hasil kinerja. Pelatihan dilakukan agar karyawan memiliki pengetahuan, kemampuan dan keterampilan sesuai dengan tuntutan pekerjaan masing-masing.

Memberdayakan sumber daya manusia untuk optimalisasi kinerja yang penuh dengan kreatifitas dan inovasi dalam rangka memberikan pelayanan prima kepada pelanggan, menjadi perhatian khusus bagi ATB. Pelatihan diberikan secara kontinyu dan berkesinambungan agar karyawan dapat memberikan kontribusi dalam menciptakan proses kerja yang profesional.

“Perusahaan tanpa kreativitas dan inovasi akan mengakibatkan perusahaan kurang berkembang serta kinerjanya akan selalu jadi sorotan masyarakat. ATB menguatkan dari sisi internal karyawan terlebih dulu sehingga ketika melayani atau menangani keluhan pelanggan bisa diatasi dengan baik”, jelas Maria Jacobus, Head of Corporate Secretary ATB saat ditemui disela-sela kesibukannya pada Rabu (19/12) kemarin.

Pembekalan yang dilakukan ATB tidak hanya seputar keahlian teknis saja melainkan juga mencakup etika dan performa. Karyawan ATB diberikan kesempatan untuk mengembangkan diri dalam pelaksanaan pekerjaan sehingga mampu memahami perkembangan dan sasaran yang ingin dicapai perusahaan. Terbaru, ATB menggandeng sekolah kepribadian sekelas John Robert Powers untuk meningkatkan performa karyawan di bidang pelayanan pelanggan.

Sejak Januari hingga November tahun ini saja, ATB telah melaksanakan setidaknya 11.614 jam pelatihan bagi karyawannya. Pelatihan dan pengembangan SDM bagi ATB merupakan sebuah keharusan untuk memaksimalkan manajemen SDM yang mampu menyesuaikan dengan perkembangan ilmu serta teknologi masa kini.

Pengembangan SDM bagi ATB tidak sebatas untuk mengembangkan kemampuan dan keterampilan karyawan, namun juga bertujuan untuk menemukan dan mengeluarkan potensi yang ada pada karyawan sebagai pengembangan personal. Hal ini untuk memotivasi rasa percaya diri sehingga mampu mengembangkan budaya perusahaan dalam kerja sama tim serta kolaborasi antar divisi bisa berjalan profesional. (*)