Sabtu, 31 Januari 2026

Harga Daging Sapi Jelang Natal Turun

Berita Terkait

batampos.co.id – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), harga daging sapi beku justru turun di tingkat distributor. Penurunan harga daging sapi beku ini sudah berlangsung selama seminggu. Namun di tingkat pedagang pasar-pasar tradisi-onal, harga daging sapi beku justru mengalami kenaikan.

Seperti diungkapkan William, pemilik PT Batam Frozen Food selaku distributor daging sapi di Batam.

”Harga daging sapi turunnya tak signifikan. Bervariasi, ada yang turun Rp 1.000, ada juga yang turun Rp 2 ribu setiap kilogram (kg),” kata William, Rabu (19/12) siang.

Misalnya, kata dia, harga daging sapi beku yang kualitas bagus dari sebelumnya Rp 80 ribu per kg. Sejak sepekan lalu harganya turun menjadi Rp 78 ribu per kg. Begitu juga harga daging sapi beku kuali-tas sedang. Biasanya distribu-tor menjual Rp 75 ribu per kg, kini turun menjadi Rp 74 ribu per kg.

Kecenderungan penurunan harga daging sapi beku, lanjut William, dipengaruhi faktor melimpahnya stok daging sapi beku di beberapa distributor daging sapi.

”Jangankan untuk stok sampai akhir tahun ini. Dua bulan setelah akhir tahun inipun, stok kami jamin tetap aman. Sebab, sebulan sebelumnya, beberapa distributor daging mendapatkan pasokan daging sapi dalam jumlah banyak. Jadi untuk Batam, soal daging sapi kami jamin stoknya aman,” terangnya.

Di Pasar Botania I, Batam Center, harga daging sapi beku dijual Rp 87 ribu dari sebe-lumnya Rp 85 ribu. Begitu juga di Pasar Mitra Raya, sebelumnya harga daging sapi beku dijual Rp 85 ribu sampai Rp 86 ribu per kg, kini naik menjadi Rp 87 ribu hingga Rp 88 ribu per kg.

Sementara itu, Acin, pemilik PT Kartika Inti sebagai distributor daging ayam beku mengaku harga ayam beku atau es tetap stabil, tak naik ataupun turun harga.

”Yang saya tahu mengalami kenaikan harga lumayan tinggi sih, ayam potong segar. Kalau ayam potong es, tetap sama seperti sebelumnya. Yakni Rp 28 ribu per kilogram dari distributor,” sebutnya.

Soal stok, Acin menjamin aman untuk Batam. Bahkan, ia memastikan pasokan ayam beku aman hingga dua bulan ke depan. ”Stok tak mengalami kendala. Distribusi dari Jawa maupun Medan lancar. Jadi stok daging ayam beku dipastikan tetap aman,” terangnya.

Harga di Atas HET

foto: batampos.co.id / cecep mulyana

Harga daging sapi beku di pasaran Batam di atas harga eceran tertinggi (HET), yakni dijual di kisaran Rp 85 ribu-Rp 90 ribu per kg. Sedangkan HET yang ditetapkan pemerintah untuk daging sapi beku sebesar Rp 80 ribu per kg. Seperti di Pasar Tos 3000 Jodoh, harga daging sapi beku berkisar Rp 86 ribu-Rp 87 ribu per kg. Atau naik Rp 1.000 per kg.

”Kalau (harga daging sapi beku, red) Rp 80 ribu tak ada lagi. Kemarin memang sempat Rp 85 ribu, sekarang rata-rata Rp 86 ribu per kilo,” ujar Ais, pedagang daging di Pasar Tos 3000 Jodoh, kemarin.

Ditanya alasan tingginya harga daging, Ais mengaku tak tahu pasti. Menurutnya, di sana ia hanyalah anggota, bukan pemilik. ”Saya hanya menjual. Segitu kata bos, ya saya jual segitu,” imbuhnya singkat.

Sedangkan harga daging ayam segar Rp 32 ribu per kg. Namun pada pagi hari harga daging ayam segar sempat menembus Rp 34 ribu per kg.

Di Pasar Pujabahari, Nagoya, harga daging sapi beku malah berkisar Rp 90 ribu per kg. Menurut pedagang, harga daging lebih mahal karena kualitasnya yang memang bagus.

”Kualitas daging kami bagus, memang beku, cuma lebih bagus,” ujar Koko.
Meski begitu, Koko mengaku daging itu merupakan daging sapi beku. ”Daging sapi beku itu kan ada kualitasnya juga. Kalau yang Rp 80 ribu mana ada lagi,” katanya lagi.

Bahan Pokok Stabil

Sepekan menjelang perayaan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, harga sejumlah bahan pokok di Pasar Tiban Center secara umum masih normal, kemarin (19/12). Seperti disampaikan Marni, 37, pedagang cabai. Ia mengatakan hingga enam hari menuju Natal hanya cabai setan yang mengalami kenaikan. Saat ini dijual Rp 45 ribu per kg, sedangkan normalnya Rp 28 ribu per kg.

Selain cabai setan, yang juga mengalami kenaikan adalah jahe, baik itu jahe merah maupun jahe putih. Biasanga hanya Rp 15 ribu per kg, sekarang Rp 30 ribu per kg.

”Naik-nya sudah lama mas, sejak sebulan lalu udah naik. Ha-nya saja memang kebutuhan jahe tidak banyak, makanya tidak begitu heboh,” ungkapnya.

Masih kata Marni, untuk kebutuhan pokok lainnya masih normal atau masih sama seminggu sebelumnya. Cabai merah Rp 38 ribu per kg, cabai hijau Rp 28 ribu per kg.

”Jika ada kenaikan palingan hanya sehari, kenaikannya hanyan seribu atau dua ribu aja, masih bisa diatasi kok,” katanya.

Sama halnya dengan Hani, 34, pedagang sayur di Pasar Tiban Center. Ia menjelaskan saat ini harga tomat yang didatangkan dari Medan masih sama seperti seminggu sebe-lumnya yakni Rp 16 ribu per kg. ”Namun ada juga yang menjual 18 ribu per kg,” ujar Hani.

Hani menuturkan, sama seperti harga bawang Jawa masih dijual sekitar Rp 34 ribu-Rp 35 ribu per kg, sedang-kan bawang Birma masih Rp 25 ribu per kg.

”Masih sama kok dek seperti seminggu lalu,” katanya.

Untuk harga telur ayam juga tidak ada kenaikan, masih Rp 1.600 per butir, masih sama sejak kenaikan dua pekan lalu.

”Masih aman, tidak ada kenaikan, stoknya juga masih aman,” ujar Lisa, 35, pedagang telur di Pasar Tiban Center.

Sementara itu, pantauan di Pasar Fanindo, Batuaji harga sayur hijau dan komoditas lainnya terpantau tinggi. Se-perti harga sayur bayam Rp 18 ribu per kg dari sebelumnya hanya Rp 10 ribu per kg, tomat Rp 18 ribu dari Rp 14 ribu per kg, bawang merah Jawa Rp 35 ribu dari Rp 22-Rp 24 ribu per kg, kangkung Rp 12 ribu dari Rp 8 ribu per kg.

Murni, penjual sayur di Pasar Fanindo, Batuaji menga-takan tingginya harga komoditas sayur mayur lazim terjadi saat akhir tahun, terlebih saat perayaan Natal. Selain itu permintaan barang yang cukup tinggi juga memicu kenaikan harga.

”Setiap tahun kondisinya seperti ini terus,” ujar Murni lagi.

Tak hanya komoditas sayur, harga telur dan daging ayam juga berangsur naik di Pasar Fanindo. Harga daging ayam segar misalkan naik mulai Rp 2.000-Rp 5.000 per kg. Yakni dari Rp 31 ribu naik menjadi Rp 33 ribu-Rp 35 ribu per kg.

”Harga ayam sudah naik dari tiga hari lalu,” kata Hendra, penjual daging ayam di Pasar Fanindo.

Dia mengaku kenaikan harga ayam akan berlangsung hingga tahun baru mendatang. Kendati demikian, permintaan masyarakat terhadap daging ayam masih cukup tinggi.

”Pasokan aman dan masih normal. Dipastikan daging ayam tidak langka,” ujarnya.

Disperindag Harus Kontrol Harga Pasar

DPRD Kota Batam meminta Pemerintah Kota (Pemko) Batam untuk mengontrol dan menurunkan harga kebutuhan pokok di pasaran. Apalagi menjelang perayaan Nataru.

”Kami minta Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan) untuk bisa me-ngontrol harga di pasaran. Misalnya harga telur masih sangat mahal di pasar,” kata anggota Komisi II DPRD Kota Batam Mulia Rindo Purba, Selasa (19/12) lalu.

Rindo mengatakan, saat ini banyak ibu rumah tangga yang mengeluh mengenai harga di pasaran. Termasuk harga cabai dan tomat yang masih mahal. ”Jadi bukan hanya telur yang mahal, daging, cabai dan tomat juga masih mahal,” sebutnya.

Menurut politikus Gerindra tersebut, sejak Lebaran Juni lalu, harga melambung. Tetapi beberapa bulan setelah Lebaran, tetap saja harga mahal. ”Istilahnya, harga mahal itu lupa turun. Di sinilah peran dari pemerintah untuk mengontrol harga. Padahal saat ini, pasokan juga tercukupi kok,” katanya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam Zarefriadi me-ngatakan ketersediaan sembako di Batam hingga bebe-rapa bulan ke depan. Pasokan mencukupi, tetapi memang harga masih tetap mahal.

”Kalau untuk pasokan kita pastikan masih akan mencukupi hingga akhir tahun dan mungkin beberapa bulan ke depan. Dan kita tetap mengon-trol agar harga di pasaran tidak melambung naik,” katanya, beberapa waktu lalu.

Zaref mengatakan, saat ini pihaknya terus berkoordinasi dengan lembaga lain untuk mengawasi peredaran sembako dan juga barang dagangan lainnya seperti kosmetik.

”Jadi ke BPOM dan dan dinas kesehatan kita terus berkoordinasi. Ini masalah kualitas barang dagangan yang diperjualbelikan di pasaran,” katanya.

Sementara itu, Zaref yang kembali dihubungi kemarin membenarkan adanya kenaikan bahan-bahan pokok menjelang Nataru. Namun, ia mengatakan kenaikan tersebut hanya bersifat situasional. ”Dan masih dalam batas kewajaran,” katanya, kemarin.

Ia mengaku sudah mengecek langsung ke lapangan atas kenaikan beberapa bahan pokok tersebut.

”Tadi (19/12) saya turun langsung ke beberapa pasar bersama Kepala Pusat Perdagangan Dalam Negeri. Tidak terlalu tinggilah,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Erlangga. Ia mengatakan Satuan Tugas (Satgas) Pangan terus bekerja, memantau harga-harga bahan pokok di beberapa pasar.

”Memang ada yang naik. Contohnya bawang merah naik sekitar Rp 2 ribu. Lalu telur juga, penyebabnya pasokan kurang dan naiknya harga pakan. Namun sejauh ini masih wajar,” ucapnya.

Satgas Pangan, kata Erlangga, terus bekerja dan memastikan harga bahan pokok tidak melonjak melebihi ketentuan yang ada.

”Kami juga berkoordinasi dengan instansi lainnya. Dan apabila masyarakat melihat dan mendengar penimbunan sembako, atau hal ilegal lainnya, bisa segera laporkan ke kantor polisi terdekat,” ucapnya.

Dari pemantauan harga dilakukan Disperindag di beberapa pasar, cabai merah keriting paling mahal di Pasar Botania 2 seharga Rp 42 ribu per kg, dan termurah di Pasar Toss 3000 seharga Rp 32 ribu per kg.

Bawang merah paling mahal di Pasar Cahaya Garden, Rp 36 ribu per kg dan paling murah di Pasar Toss 3000 Rp 28 ribu per kg. Daging ayam di Pasar Melchem, Cahaya Garden, Tos 3000. dan Botania, rata-rata Rp 35 ribu per kg. Sementara harga telur di empat pasar itu rata-rata Rp 43 ribu per papan.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Batam, Adisty mengaku stok telur ayam masih aman dan tak ada kendala.

”Harga telur ayam ras mulai stabil. Pekan lalu harganya berkisar Rp 44 ribu per papan dan sekarang rata-rata Rp 42 ribu sampai Rp 43 ribu,” katanya kemarin.

Ia menyebutkan, sebelumnya memang ada kenaikan komoditas telur ayam ras. Namun masih di batas kewajaran. Kenaikan ini disebabkan adanya kenaikan pakan ayam yang berimbas pada harga telur ayam. Dari survei Disperindag, distributor telur ayam memasarkan Rp 41 ribu per papan.

”Masih di batas kewajaran dan mulai berangsur normal yakni Rp 1.300 per butir,” kata Adisty.

Selain telur ayam ras, Disperindag juga merilis harga daging sapi beku di empat pasar Kota Batam, yakni Pasar Melchem, Cahaya Garden, Toss 3000 dan Pasar Botnia 2. Daging sapi beku dijual dengan harga Rp 85 ribu per kg dan daging sapi lokal Rp 130 ribu per kg.

”Untuk stok dan harga daging sapi di Batam masih aman,” katanya lagi.

Adapun komoditas lain yang disurvei adalah beras premium seharga Rp 13 ribu per kg. Beras medium Rp 11 ribu per kg dan cabai merah besar Rp 52 ribu per kg. Untuk jenis sayur-sayuran seperti kangkung juga masih normal Rp 9.500 dan bayam Rp 16 ribu per kg.

”Stoknya juga masih aman jelang Natal dan Tahun Baru,” terang Adisty. (ska/rng/ian/she/une/cr2/cr1/gas)

Update