Minggu, 1 Februari 2026

Tingkat Hunian Hotel Capai 98 Persen

Berita Terkait

batampos.co.id – Triwulan terakhir 2018, tingkat hunian hotel meningkat drastis. Di akhir pekan, tingkat hunian hotel mencapai 98 per-sen, sedangkan di hari biasa, tingkat hunian mencapai 75 persen.

“Kalau jumlah atau angkanya saya lupa berapa. Tetapi data yang kita dapat dari PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) Batam, memang persentasenya sampai 98 persen di akhir pekan,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebuda-yaan dan Pariwisata (Disparbud) Kota Batam, Ardiwinata, Rabu (19/12/2018).

Ardi-begitu pria ini biasa disapa-mengatakan ting-ginya tingkat hunian hotel ini karena beberapa faktor. Termasuk sudah mulai terta-tanya infrastruktur di Batam. Sebagian besar yang menginap di hotel ini adalah wisatawan dari negara tetangga.

“Kalau yang kita data ini adalah di hotel-hotel berbintang. Kalau hotel non bintang kami tidak survei. Dan memang ini jauh berbeda dari beberapa waktu sebelumnya,” katanya.

Menurut mantan Kabag Humas Pemko Batam itu, saat ini pariwisata di Batam memang mulai meningkat. Pemko Batam saat ini memang sedang fokus untuk mengembangkan pariwisata. “Kita akan terus membenahi pariwisata yang ada di Batam.

Bahkan Pak Wali Kota juga sudah memulainya dengan perbaikan infrastruktur di Batam. Kita berharap pariwisata akan terus tumbuh dan berkembang,” tuturnya.

Ia menjelaskan, untuk meningkatkan pariwisata, ada tiga hal yang harus dikembangkan, yakni aksesibilitas, atraksi, dan amenitas. Jadi selain infrastruktur, fasilitas pendukung baik menuju destinasi wisata dan di objek wisata harus dibenahi.

“Misalnya transportasi yang nyaman, kamar mandi yang bersih dan sebagainya. Dalam hal inilah pengusaha sangat dibutuhkan,” ujarnya.

foto: batampos.co.id / cecep mulyana

Berbagai kegiatan pariwisata yang digelar Pemko Batam juga berperan mendatangkan wisatawan ke Batam. “Dan kita akan terus mengupayakan kegiatan berkelas internasional akan semakin banyak di Batam,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua PHRI Kepri Tupa Simanjuntak me-ngatakan bahwa memang tingkat hunian hotel di Kepri meningkat dibanding beberapa bulan sebelumnya. Dan memang kalau di akhir pekan, hampir semua hotel di Batam selalu penuh.

“Kita berharap jangan hanya di akhir pekan saja yang penuh. Tetapi juga di hari biasa. Yang paling penting saat ini adalah objek wisata harus terus diperbaiki,” tegasnya.

100 Lebih Event Pariwisata untuk 2019

Ardiwinata memaparkan gambaran event 2019, hingga kini lebih dari 100 kegiatan baik dari pemerintah sendiri juga pelaku pariwisata (swasta).

“Ini yang sampai kini masuk ke kami (Disparbud Kota Batam, red), berikut jadwalnya,” ungkap dia, kemarin.

Dari Pemko Batam sendiri, kata dia, beberapa contoh kegiatan yakni Parade Tari Nusantara, Kenduri Seni Melayu (KSM), hingga Festival Kampung Tua. Menurut dia, selain event yang akan digelar Pemko Batam sendiri, event oleh swasta promosinya akan dibantu.

“Kami akan susun dalam Calendar of Event 2019,” imbuhnya.

Ia menyampaikan, jika memungkinkan pada malam pergantian tahun 2018 menuju 2019, rangkuman final soal event tahun 2019 akan diumumkan langsung Wali Kota Batam Muhammad Rudi.

“Kami harap event-event ini menjadi daya tarik untuk mendatangkan wisatawan, baik wisatawan Nusantara maupun mancanegara,” ucapnya.

Ardi mengatakan ada sejumlah event yang didorong masuk dalam calender event Kementerian Pariwisata, yang mana kementerian tersebut tengah menggalakkan wisata di perbatasan atau cross border.

“Insyaa Allah 2019 kita dapat 18 event cross border. Alhamdulillah, sebagai daerah perbatasan, Kepri umumnya dan Batam khususnya mendapat prioritas dari Kemenpar,” ujarnya.

Abas salah seorang warga Belakang padang menunjukan kepiawaiannya saat bermain permainan tradisional gasing di jalan Engku Putri, Jumat (2/10/2018). Acara tersebut merupakan rangkaian Kenduri seni Melayu dalam rangka Hari Jadi Kota Batam. F Cecep Mulyana/Batam Pos

Beberapa event tersebut yakni, KSM, vegetarian food fiesta, titian muhibah yakni kolaborasi artis Singapura, Malaysia, dan Indoensia yang akan tampil di Batam, Deepavali (Festival Cahaya Hindu), Chinese New Year, Bajafash, dan silaturahmi Bawean.

Menurutnya, masyarakat Batam yang multikultur melalui beragam event akan diakomodir apa kebutuhannya melalui kegiatan-kegiatan tersebut.

Tidak hanya itu, akan meningkatkan fungsi Dataran Engku Putri sebagai ruang publik, dimana ke depan akan ada atraksi rutin setiap pekan dengan melibatkan pelaku pariwisata dan paguyuban di Batam.

“Kami bantu carikan sponsorship, seperti lighting dan sound system-nya,” imbuhnya.

Diakuinya, keterlibatan swasta sangat penting dalam upaya meningkatkan sektor pariwisata daerah.

“Swasta memang harus terlibat, termasuk peran komunitas sangat besar,” sebutnya. Sementara itu, ketika disinggung terkai pencapaian kunjungan wisman tahun 2018 ini, ia mengungkapkan sudah tembus angka 1,3 juta per September lalu. Untuk itu, ia yakin angka tersebut akan terus naik hingga akhir tahun ini.

“Jadi kami sangat optimis target (kunjungan wisman, red) 1,8 juta orang tercapai,” pungkasnya.(ian/iza)

Update