batampos.co.id – Jelang 14 tahun tsunami melanda Aceh, warga Dusun Lamseunom, Desa Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar dihebohkan dengan temuan kuburan massal, Rabu (19/12). Hingga pukul 17.30 WIB, kerangka yang telah ditemukan 47 kantung jenazah.

“Luas area sekitar 3 x 4 meter dengan kedalaman 2 meter le­bih,” ujar Amiruddin, warga setempat. Ia memastikan awalnya, warga tidak mengetahui di lokasi tersebut ada kuburan massal. Pasalnya, usai tsunami melanda warga mengungsi ke sejumlah titik bahkan hingga keluar daerah.

Loading...

“Kalau dua hingga enam bulan, belum ada yang kembali. Warga mulai kembali ke kampung saat pembangunan barak mulai dilakukan,” ujarnya.

Amiruddin menduga, pe-nguburan massal dilakukan para relawan kemanusian saat warga sedang mengungsi. Sehingga warga setempat tidak mengetahui ada kuburan massal dan tidak memberi tanda.

“Saat ditemukan kerangka tersusun rapi. Semua dalam kantung jenazah warna hitam, walau plastik banyak yang telah rusak namun kerangka tidak berserakan,” jelasnya.

Kabar yang ditemukannya kerangka korban tsunami beredar cepat via media sosial. Lantas warga berdatang ke lokasi, untuk memastikan adakah anggota keluarga mereka, hingga pukul 18.30 WIB diper-kirakan 300 warga telah berkumpul.

“Ini para korban tsunami banyak datang, kalau ada kerangka ini anggota keluarganya mau dikuburkan sendiri,” kata Amiruddin.

Kuburan Massal Dipindah­kan

Kepala Dusun Lamseunong, Nisam mengatakan kuburan massal terpaksa dibongkar, sebab sedang ada pembangunan perumahan.

“Awalnya pemilik rumah sedang menggali tanah untuk membuat saluran air. Namun, ia kaget saat menggali menemukan kerangka yang terbungkus plastik hitam. Langsung melaporkan hal itu ke kepala desa. Kemudian, dilakukan penggalian menggunakan alat berat,” ujarnya.

Usai diangkat dari liang, warga bersama mengumpulkan kerangka dan dikafankan secara islami.

“Kita akan kuburkan kembali di desa kita, ini kan sudah tinggal tulang, jadi sulit kita kenali,” kata Nisam.

Ia menyebutkan, selama ini lokasi itu tidak ada tanda-tanda bahwa ada kuburan massal. Seperti diketahui, Kajhu merupakan desa yang porak-poranda saat tsunami terjadi. Kawasan tersebut sebelumnya sempat rata tanah di sejumlah kawasan.

Camat Baitussalam Abu Bakar memastikan semuanya bakal dipindahkan ke kuburan massal Kajhu, tepatnya di belakang penjara.

“Mungkin saja pihak developer pada awalnya tidak tahu di situ banyak kuburan korban tsunami,” ungkapnya.(ibi/adi/mai/jpg)

Loading...