
F.Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Jagung adalah salah satu tanaman pangan yang sangat dicari ketika memasuki liburan natal dan puncaknya di perayaan tahun baru.
Produktivitas tanaman jagung mendekati liburan natal dan tahun baru 2019 mendekati hasil panen. Seperti terjadi perkebunan di Taman Agrowisata Marina, Sekupang, Jumat (21/12/2018).
Giyah, petani jagung mengatakan sudah mempersiapkan menanam jagung sejak pertengahan oktober dan diperkirakan akan panen seminggu menjelang tahun baru. Luas perkebunan jagung yang dimilkinya 1.500 meter persegi, dalam proses panen bisa membutuhkan waktu hingga 2 bulan atau 55 hari tergantung dengan kondisi cuaca. Setelah panen ia memasarkan hasil tanaman jagungnya ke berbagai pasar tradisional se Kota Batam.
“Dalam sekali panen jagung, bisa menghasilkan 300 kilogram, per kilogram dijual Rp 8 ribu,” ujarnya
Menurutnya pada saat cuaca memasuki musim kemarau khususnya pada bulan April hingga September kondisi tanah yang terlalu kering juga dapat membuat tanaman mati, karena itu tetap dibutuhkan perawatan yang maksimal agar jagung berkembang sebagaimana mestinya.
“Perawatan selalu maksimal agar hasil panen juga maksimal,”ujarnya
Sistem irigasi perlu diperhatikan dengan seksama karena jagung memiliki fase kritis yang juga membutuhkan air, seperti masa perkecambahan, masa pembungaan, dan masa pembijian.
“Jagung membutuhkan penyinaran penuh dari matahari dengan kecukupan air yang sedang, tidak kurang dan tidak lebih,” Jelasnya.
Hasil panen jagung tersebut sudah memilki pasar tersendiri lokal maupun ke luar kota, untuk skala lokal para petani jagung mendistribusikan ke supermarket, pasar tradisional, restoran hingga perhotelan. (Cr1)
