Kamis, 29 Januari 2026

BP Batam Tetap Fokus Cari Investor

Berita Terkait

batampos.co.id – Rencana pergantian bos BP Batam yang akan dirangkap secara ex officio oleh Walikota Batam tak memengaruhi kinerja BP Batam.

Saat ini BP Batam tetap fokus mencari investor untuk menanamkan modalnya di Batam.
Setelah Singapura, Amerika, dan Tiongkok, BP Batam mendorong investasi semakin ba-nyak masuk dari negeri jiran Malaysia.

”Tahun 2017, Malaysia menempati urutan ketiga untuk investasi terbesar di Indonesia dengan jumlah 7,78 juta dolar Amerika. 60 persen di antaranya menempati sektor utama yakni perdagangan, transportasi, dan industri,” kata Kepala Biro Perencanaan Pengembangan Usaha BP Batam Purnomo Andiantono, Sabtu (22/12/2018).

Salah satu cara untuk menggaet investor dari negeri jiran tersebut adalah lewat temu muka antara BP dan calon investor saat acara forum bisnis di Kuala Lumpur, Malaysia, beberapa waktu lalu. Pelaku usaha dari Malaysia sangat tertarik dengan Indonesia karena sudah memiliki perizinan terintegrasi seperti Online Single Submission (OSS).

”Malaysia itu pasar ekonomi penting bagi Indonesia dimana investasi 2018 hingga September kemarin sudah mencapai 1,2 juta dolar Amerika,” sebut Andi.

Namun, investasi tersebut masih berkutat di sektor transportasi, pergudangan, agrikultur, dan industri makanan halal.

”Itu menandakan dekatnya hubungan antara kedua-nya,” ucapnya.

Sedangkan Wakil Duta Besar Indonesia untuk Malaysia K.U. Hanan mengatakan acara temu muka ini dapat meningkatkan hubungan baik antara Indonesia dan Malaysia.

”Saya percaya kegiatan ini akan meningkatkan hubungan baik antara Indonesia dan Malaysia khususnya dalam upaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi kedu-a negara,” ucapnya.

Fokus Bisnis Alih Muat Kapal

Tak hanya fokus mencari investor, BP Batam kini juga fokus menjalankan bisnis alih muat kapal di perairan Batam. Kepastian itu menyusul datangnya Kapal Ocean Explorer dari Singapura untuk menjalankan bisnis tersebut, Senin (17/12) lalu.

Setelah Ocean Explorer menambatkan jangkarnya di perairan Batam, dua kapal lagi asal negeri singa itu akan singgah di Batam dalam waktu dekat.

Dua kapal tersebut yakni kapal tanker Wu Yi San dan kapal kargo Kota Nipah. Kedu-anya akan ikut menjalankan bisnis alih muat kapal di pera-iran Batam dalam waktu dekat.

”Ini merupakan bentuk pemanfaatan perairan di Batam, tapi baru terealisasi di zaman Pak Lukita (Kepala BP Batam, red),” kata Kepala Kantor Pelabuhan BP Batam Nasrul Amri Latif, Sabtu (22/12/2018).

Ocean Explorer memiliki berat 62 ribu Gross Register Ton (GRT). Wu Yi San sekitar 164 ribu GRT dan Kota Nipah sekitar 80 ribu GRT. Ketiga kapal ini sangat ideal untuk menjalankan bisnis alih muatan kapal di laut dan juga SPBU terapung (Floating Storage Unit/FSU) karena ketiga-nya dapat menampung mi-nyak hingga 3 juta barel.

Dalam setahun, 60 persen kebutuhan minyak dunia melewati laut. Sepertiga di antaranya atau sekitar 16 juta barel melewati Selat Malaka.

”Dengan ini, Batam bisa menargetkan sekitar 20 per-sen sebagai keuntungan,” ujarnya.
Di sisi lain, Nasrul menceri-takan bahwa ketiga kapal ini pindah ke perairan Batam karena konflik perbatasan antara Singapura dan Malaysia. Sebelumnya, kapal-kapal ini beroperasi di sekitar Selat Seligi, perairan Malaysia.

”Indonesia diuntungkan dengannya. Karena pastinya pengusaha akan meletakkan kapalnya di tempat paling aman dan menguntungkan mereka,” ucapnya.

Kehadiran ketiga kapal ini merupakan hasil kerja sama antara Badan Pengusahaan (BP) Batam dengan PT Agra Telaga Kajayan (ATK).

”Ada kegiatan ekonomi akan tumbuh dari kegiatan ini karena akan mendorong kebutuhan terhadap air bersih, buah-buahan, dan makanan. Total orang yang terlibat akan sangat banyak,” ungkapnya.(leo)

Update