Pasukan TNI yang dikerahkan untuk menumpas KKSB di Papua. (Denny Tonjau/Cenderawasih Pos/Jawa Pos Group)

batampos.co.id – TNI fokus mengejar kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) di Papua.

Belum kelar tugas, TN telah diserang kabar bohong atau hoax.

Salah satu berita bohong yang muncul ialah penggunaan senjata kimia bernama white phosphorus alias bom fosfor. KKSB menuding TNI menggunakan senjata itu untuk membunuh anggota mereka.

Kabar tentang penggunaan senjata kimia itu diberitakan beberapa media Australia. Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel (Inf) Muhammad Aidi menegaskan, TNI tidak pernah dan tidak akan mau memiliki serta menggunakan senjata kimia semacam itu. Senjata tersebut memang pembunuh masal.

“Seluruh makhluk hidup di daerah yang ditembakkan itu akan mati atau setidaknya luka berat dan cacat seumur hidup,” tuturnya.

Penggunaan senjata itu oleh TNI sangat tidak mungkin karena alat utama sistem persenjataan TNI di Papua tidak mendukung. Hanya ada pesawat heli angkut jenis Bell, Bolcow, dan Mi-17.

“Tidak memungkinkan,” terangnya.

Penggunaan bom fosfor atau senjata kimia lain, lanjut Aidi, akan berdampak pada seluruh wilayah di Kabupaten Nduga. Semua akan terbakar. Manusia dan hewan mati.

“Jelas ini berita hoax,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Menurut dia, isu senjata kimia itu mungkin merupakan propaganda. Sama sekali tidak melihat dan mempelajari karakteristik senjata. “Yang lebih konyol, ada media mau memuat berita murahan semacam itu,” urainya.

Sementara itu, Kabidhumas Polda Papua Kombespol A.M. Kamal menuturkan, bukti paling nyata bahwa penggunaan senjata kimia itu bohong adalah pengejaran petugas terhadap pelaku kriminal bersenjata.

“Kalau kami menembakkan senjata kimia, personel kami juga ikut mati dong,” tuturnya.

Apalagi, saat ini banyak warga Nduga yang sedang berkegiatan bersama dengan polda. Wakil dari sejumlah kampung di Nduga bersama Polri mengadakan perayaan Natal.

(idr/c10/oni)