Geopark Natuna, Kepri

batampos.co.id – Kepala Riset Geopark dan Kebencanaan Geologi Universitas Pajajaran, Prof Mega Fatimah Rohana mengatakan bahwa batu geosite di Natuna diperkirakan berusia ratusan juta tahun.

Dikatakannya, dengan pe-ngetahuan geologi dapat dike-tahui usia batu geosite dari analisisa laboratorium, baik dari bahan kimia, fosil, batuannya, atau mineral misotop.
Menurut Mega, umur batu geosite tertua di Natuna terletak di Pulau Akar, Desa Cemaga. Serta batuan kapur yang terletak di Pulau Setanau, Kecamatan Pulau Tiga dan Teluk Depeh, Kecamatan Bunguran Selatan.

”Batuan di Geopark Natuna sudah dilakukan riset sebelum-nya. Hasilnya, usia batuan di beberapa kawasan Geopark sudah ratusan juta tahun,” kata Mega di sela kunjungannya bersama UNESCO, Senin (24/12). Bahkan sambungnya, terdapat batuan berusia puluhan juta tahun, yakni batu granit yang terletak di kawasan geowisata atau Geopark Batu Kasah, Desa Cemaga.

Langkah ke depan yang harus dilakukan Pemerintah Kabupaten Natuna adalah adanya komitmen sebagai daerah geopark nasional dan geosite objek geologi, maupun flora dan faunanya sebagai kawasan yang harus dilin-dungi dari kerusakan.

”Kami berharap, kawasan geopark nasional dan geosite bisa dimanfaatkan sebagai kawasan edukasi dan pembelajaran, sehingga dapat menumbuhkan perekonomian masyarakat,” harapnya.

Mega mengimbau pengunjung terutama penjaga lokasi dan masyarakat, supaya menjaga dan mempunyai rasa bangga bahwa Natuna memiliki geopark dan batuan yang berumur jutaan tahun.(arn)