batampos.co.id– Konsumsi masih menjadi motor penggerak ekonomi. Pada tahun depan, Indonesia akan meng-hadapi pemilu. Hal itu dapat menjadi tumpuan bagi pertumbuhan. Ekonom Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Latif Adam mengatakan, pemilu dapat berarti tantangan, dapat juga berarti kesempatan.
Pada tahun-tahun politik, konsumsi masyarakat biasanya meningkat.
”Belanja politik dan para kontestan politik, baik legislatif maupun pilpres, akan menambah jumlah uang beredar,” ujarnya Selasa (25/12).
Kontribusi konsumsi rumah tangga pada pertumbuhan mencapai lebih dari 50 persen. Jika konsumsi rumah tangga meningkat, pengaruhnya terhadap pertumbuhan akan signifikan.
Namun, di sisi lain, Latif mengingatkan pemerintah mengenai investasi. Pelaksanaan pemilu dapat membuat calon investor bersikap wait and see karena menunggu hasil pemilu dan kebijakan-kebijakan yang pemerintah keluarkan setelahnya.
Hal tersebut dapat memengaruhi pertumbuhan investasi. Pada tahun ini saja, pertumbuhan investasi sudah melambat di kisaran 7 persen.
Untuk menyeimbangkan hal itu, Latif menyarankan pemerintah menjaga stabilitas harga.
”Terutama harga pangan dan komoditas yang diatur pemerintah seperti harga BBM dan listrik,” tambahnya.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Erwin Rijanto menga-takan, ada beberapa sektor usaha yang sejak tahun ini mengalami perbaikan. Sektor-sektor tersebut, antara lain, industri dasar dan kimia, barang konsumsi, perdagangan, jasa, serta investasi.
Dari sisi profitabilitas, return on asset (ROA), return on equity (ROE), return on investment (ROI), dan debt to equity ratio (DER) pada bidang-bidang usaha tersebut mengalami perbaikan.
”Sektor-sektor ini mengalami perbaikan pada 2017 hingga 2018. Sektor-sektor inilah yang kami harapkan menjadi motor pertumbuhan kredit dan pertumbuhan ekonomi,” ucapnya.
Erwin yakin investasi tahun depan masih akan menarik. Bukan hanya investasi di sektor riil, tapi juga investasi portofolio. Sementara itu, konsumsi juga diyakininya tetap baik, bahkan cenderung meningkat. BI pun terus berkoordinasi dengan pemerintah untuk menjaga ketersediaan pasokan serta rantai distribusi.(rin/c25/oki/jpg)
