Sheikha Latifa binti Mohammed Al Maktoum

batampos.co.id – Uni Emirat Arab (UEA) akhirnya buka suara terkait teka-teki nasib Sheikha Latifa binti Mohammed Al Maktoum.

Senin (24/12) Kementerian Luar Negeri merilis foto putri Perdana Menteri UEA Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum tersebut bersama dengan mantan Komisioner HAM PBB Mary Robinson.

Loading...

’’Dalam kunjungannya ke Dubai, Mary Robinson diyakinkan bahwa Sheikha Latifa telah menerima perawatan dan dukungan yang diperlukannya.”

Demikian bunyi pernyataan resmi pemerintah UEA seperti dikutip BBC. Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum juga menjabat emir Dubai. Ada tujuh emirat di UEA yang masing-masing dipimpin klan berbeda-beda.

Ada tiga foto yang diunggah pihak Kemenlu UEA. Seluruhnya beresolusi rendah dan Latifa tak memandang kamera. UEA mengungkap bahwa foto tersebut diambil 15 Desember saat Robinson menghabiskan waktu bersama Latifa.

Foto-foto itu diunggah atas persetujuan kedua pihak. Robinson sengaja diundang oleh keluarga Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum untuk memberikan bukti kepada dunia bahwa Latifa baik-baik saja.

Latifa sempat melarikan diri Februari lalu. Putri yang berusia 33 tahun itu ditangkap dan dipulangkan sebelum menginjakkan kaki di kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di India.

Latifa berencana mencari suaka di Negeri Paman Sam tersebut. Sejak saat itu, tidak ada kabar sama sekali darinya. UEA hanya menyatakan bahwa Latifa ditipu oleh Herve Jaubert, warga Prancis yang membantunya lari. Jaubert meminta tebusan USD 100 juta atau Rp 1,45 triliun.

Berbagai lembaga HAM menuntut pemerintah UEA menunjukkan kondisi Latifa. Apakah dia hidup atau mati. Sebelum lari, Latifa sudah merekam video yang diunggah jika pelariannya gagal.
Dia menyatakan, jika video itu beredar, berarti dia meninggal atau dalam kondisi yang sangat buruk. Sejumlah media pun memprediksi bahwa Latifa telah tiada.

Selain foto, UEA mengirimkan pernyataan resmi ke Kantor Prosedur Khusus di Komisioner Tinggi HAM PBB.

’’Dokumen tersebut menanggapi dan membantah tudingan palsu tentang Yang Mulia (Latifa) dan menjadi bukti bahwa dia masih hidup serta tinggal dengan keluarganya di Dubai.”

Demikian bunyi pernyataan pihak UEA dikutip CNN. Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum adalah emir alias pemimpin di Dubai. Kabar bahwa Latifa masih hidup disambut baik ol­eh kelompok yang menyediakan bantuan hukum Gu­ernica 37.

Mei lalu lembaga yang berbasis di Inggris itu mengajukan permintaan komunikasi dengan UN Working Group on Enforced or Involuntary Disappearances (UN WGEID) alias Kelompok Kerja PBB untuk Orang yang Dihilangkan secara Paksa. Mereka ingin membahas kasus Latifa.

’’Masih ada kekhawatiran yang sangat serius mengenai kondisi kesehatannya dan apakah dia terus ditahan secara paksa,’’ tegas Guernica 37.(sha/c6/ttg/jpg)

Loading...