batampos.co.id – Satu lagi tokoh senior Tiongkok tumbang. Ma Jian, mantan wakil menteri pertahanan Tiongkok dijebloskan ke penjara seumur hidup. Pria 62 tahun itu dihukum karena sudah bersekongkol dengan taipan buron Guo Wengui.

Hukuman tersebut dijatuhkan Pengadilan Dalian Intermediate People, kemarin (27/12). Ma terbukti sudah menerima berbagai aset dengan nilai lebih dari 100 juta yuan (Rp 212 miliar). Dia juga sudah menerima keuntungan 5 juta yuan alias Rp 10 miliar dari bursa saham dengan informasi internal.



’’Jumlah korupsi terdakwa sangat besar dan merugikan rakyat. Kejahatan ini benar-benar merusak integritas aparatur negara.’’ Begitu pernyataan resmi pengadilan menurut BBC.

Putusan itu mengakhiri proses hukum Ma yang berjalan bertahun-tahun. Sejak Januari 2015, mantan wakil ketua asosiasi advokat Tiongkok tersebut diselidiki terkait dengan berbagai tindakan ilegal untuk mendukung bisnis Guo. Sejak 2008, dia mengaku sudah menjadi ’’rekan’’ bisnis Guo.

Ma memanfaatkan kekuatan intelijen kementerian untuk keuntungan perusahaan. Antara lain, menyadap rival bisnis atau menekan perusahaan untuk meloloskan Guo sebagai pemenang lelang. Dia juga diandalkan sebagai lembaga sensor untuk menutup pemberitaan negatif media mengenai Guo dan perusahaannya.

’’Saya sudah bekerja demi keuntungan Guo. Lalu, saya juga dapat keuntungan dari hal itu,’’ ujar Ma dalam pengakuannya di sebuah video 2015 yang dilansir South China Morning Post.

Guo sudah bertahun-tahun menyangkal telah bekerja sama dengan Ma. Pebisnis yang dikenal pula dengan nama Mile Kwok tersebut mengaku bahwa itu merupakan upaya pemerintah untuk menutup mulutnya. Pasalnya, pria yang sekarang mengasingkan diri di New York tersebut lebih dulu melemparkan tuduhan korupsi terhadap beberapa petinggi Tiongkok. Sayang, dia belum bisa dimintai keterangan soal putusan terbaru Ma.

Ma menjadi salah satu pejabat senior yang akhirnya jatuh di rezim Xi Jinping. Sebelum dia, Zhou Yongkang, petinggi partai komunis, juga dihukum penjara seumur hidup karena melakukan korupsi pada 2015. (bil/c5/ttg)

Loading...