Jumat, 8 Mei 2026

Akhir Tahun, Okupansi Hotel di Batam Tinggi

Berita Terkait

batampos.co.id – Liburan Natal dan pergantian tahun, capaian okupansi hotel di Batam memuaskan.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batam Muhammad Mansyur mengatakan, hal ini terjadi karena di penghujung tahun ada beberapa long weekend. Terutama, libur Natal, rata-rata hotel penuh.

“Alhamdulillah. Sampai sekarang pun masih tinggi okupansinya,” terang dia.

Menurutnya, sebagian besar hal ini karena banyak wiswatawan negeri tetangga, Singapura dan Malaysia yang memilih berlibur di Batam.

“Kita bisa lihat di mall turisnya banyak, juga di pelabuhan,” kata dia.

Ia berharap capaian okupansi ini selalu terjadi di Batam. Karena, menurutnya, berdasarkan pengalaman capaian kali ini adalah capaian yang bersifat musiman karena momen dan ada even besar yang diselenggarakan.

“Sekarang kita berharap musiman saja, pas libur panjang, pas skala even besar. hari-hari cenderung turun lagi,” imbuh dia.

Dalam hal ini, pihaknya mengaku mendukung Pemerintah Kota(Pemko) Batam yang sedang menggenjot sektor baru industri pariwisata yang dimulai dengan pembangunan infrastruktur.

“Ini adalah upaya, dan terobosan pemerintah,” ucapnya.

Akan tetapi, jangka panjang ia berharap sektor industri galangan maupun manufaktur juga dapat dikembangkan dan dihidupkan kembali. Apalagi, destinasi, terutama sektor alam masih kurang.

“Karena kalau industri hidup, Batam tak hanya didatangi wisatawan yang berkunjung untuk wisata saja, tapi wisatawan pekerja, yang memilih menetap di Batam,” imbuhnya.

Keuntungan dari wisatawan pekerja ini ia akui sangat berdampak pada okupnasi hotel, sebelum sektor industri terpuruk, ia mengaku hotel-hotel banyak ditempati ekspatriat yang bekerja di perusahaan di Batam. Menurutnya, segmen ini yang kini cenderung berkurang bahkan hilang.

“Satu perusahaan, eskpat nya ada yang sampai 30 orang. Mereka tinggal di hotel. Rata-rata dulu, okupansi bisa di atas 60 persen,” kata dia.

Lebih jauh, ia mengatakan menggeliatnya sektor pariwisata akan berdampak pada bagi ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam Ardiwinatamengaku telah mendapat kabar okupansi yang tinggi dari kalangan pengusaha.

“Rata-rata mereka (wisatawan) memanfaatakn liburan panjang, dan memilih Batam,” ujarnya.

Namun ditanya soal capai wisawatawan mancanegara tahun 2018, ia mengaku masih ada pendataan lebih lanjut.

“Tapi kami optimis tercapai (target wisman di Batam 2018 1,7 juta kunjungan),” pungkasnya. (iza)

Update