batampos.co.id – Sepanjang tahun 2018, secara umum kasus kriminal di Kepri turun sebanyak 12 persen dibandingkan tahun lalu. Tahun 2018 tercatat 3.385 kasus, sedangkan tahun 2017 hanya 3.843 kasus.Penyelesaian kasus di tahun 2018, sebanyak 2.323 kasus.
Kasus kriminal terjadi di Kepri dibagi beberapa kategori yakni kasus kejahatan konvesional, trans nasional, kekayaan negara, berimplikasi kontijensi, tindak pidana narkoba, dan lalu lintas.
Kapolda Kepri Irjen Andap Budhi Revianto mengungkapkan 5 kasus kejahatan konvensional atau kriminal umum paling banyak terjadi di Batam.
“Pencurian kendaraan bermotor (curanmor) 328 kasus, pencurian pemberatan (curat) 254 kasus, pencurian dengan kekerasan (curas) 85 kasus, judi 61 kasus dan pembunuhan 6 kasus,” katanya, Senin (31/12).
Untuk penyelesaian kasusnya, Andap mengatakan kasus pencurian kendaraan bermotor yang telah selesai sebanyak 186 kasus, lalu curat 170 kasus, curas 49 kasus, judi 53 kasus dan pembunuhan telah diselesaikan 6 kasus.
Sementara itu, kasus kejahatan trans nasional ditangani Polda Kepri selama 2018 sebanyak 492 kasus, dan telah diselesaikan sebanyak 459 kasus. Kasus kejahatan kekayaan negara ditangani polisi selama 2018 sebanyak 103 kasus, dan diselesaikan sebanyak 137 kasus. “Kasus-kasus kekayaan negara itu seperti illegal logging, illegal minning, illegal fishing dan korupsi,” ucapnya.
Untuk kasus korupsi, sepanjang 2018 Polda Kepri menangani sebanyak 22 kasus, dan seluruhnya telah diselesaikan. “Tindak pidana narkoba yang ditangani polisi selama 2018 sebanyak 431 kasus, dan telah selesai 377 kasus. Tersangkanya itu 631 orang,” ungkapnya.

Polisi juga mencatat selama 2018 terjadi sebanyak 51 kali unjuk rasa dan 73 konflik sosial. “Dan semuanya bisa diredam dan diselesaikan dengan baik,” ungkap Andap.
Tahun 2018, kecelakaan lalu lintas terjadi sebanyak 755 kasus, dengan korban meninggal 205 orang, luka berat 191 orang, luka ringan 949 orang. “Kami simpulkan setiap 48 jam sekali terjadi kecelakaan di Kepri. Setiap 3 kali kecelakaan lalu lintas, ada satu orang korban meninggal dunia,” tuturnya.
Andap mengatakan tahun depan telah meminta jajaranya untuk meminimalisir kasus-kasus yang berdampak luas terhadap masyarakat. Berbagai pendekatan dilakukan pihak kepolisian, agar dapat meminimalisir terjadi tindak kejahatan.
“Mulai dari sosialisasi, patroli serta menjalankan program basembang bercerite,” tuturnya.
Di tahun 2018, Andap mengatakan jajaranya merekam ada 9 kejadian yang cukup menonjol. Awal tahun 2018 dibuka dengan kasus narkoba, yakni penyelundupan 66 kilogram sabu dan 50 kilogram katinon.
“Kasus sabu 2 tersangka diamankan di Jakarta, lalu katinon ini di Batamcenter satu orang tersangka,” ucap Andap.
Di Februari, terjadi kasus penyelundupan sabu dalam jumlah besar. Guskamlabar mengamankan KM MV Sunrise Glory yang membawa 1 ton sabu. Selang tak berapa lama, tim gabungan dari Mabes Polri dan Bea Cukai mengamankan KM 61870 yang membawa 1,6 ton sabu.
Agutus, jajaran Ditreskrimsus mengamankan 3 orang pelaku penyelundupan 90ribu benih lobster di Sekupang.
Kasus kecelakaan yang menonjol terjadi 29 September di Jalan Yos Sudarso, 29 September. Pasangan suami istri menabrak pengendara motor yang sedang berhenti di Trafic Light. Akibatnya 5 orang meninggal dunia.
11 Oktober, terjadi kecelakaan laut di Pulau Nyamuk, Anambas, mengakibatkan 5 orang meninggal dunia. “14 November terjadi operasi tangkap tangan yang melibat KSOP Pulau Sambu,” ungkap Andap.
Di penghujung tahun ditutup dengan kasus laka lantas di Mata Kucing. Kecelakaan ini melibatkan satu kendaraan roda empat dan 3 kendaraan bermotor.
“Kejadian terjadi pada 11 Desember, akibatnya 2 orang meninggal dunia,” ucap Andap.
Untuk tahun depan, Andap mengatakan tidak memprediksi. Karena kejahatan bisa berubah-ubah. Namun, ia mengatakan kejahatan konvensional masih tetap terjadi.
Terkait memberikan kenyamanan dan kemanan, kata Andap itu sudah menjadi prioritasnya. Karena apabila keamanan meningkat, tentu meningkatkan laju perekonomian.
“Ekonomi meningkat, kejahatan juga berkurang. Kami berusaha sebaik mungkin memberikan rasa aman, nyaman bagi seluruh masyarakat Kepri,” ucapnya. (ska)
