
batampos.co.id – Hari terakhir di tahun 2018, pengurusan di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdikcapil) terlihat sepi. Tak seperti biasanya pengurusan dokumen selalu penuh sesak, bahkan sebelumnya petugas membatasi pengajuan.
“Sepi. Mungkin karena mereka masih mudik. Atau mikirnya sekarang cuti bersama. Bisa jadi juga karena besok (hari ini, red) libur, jadi mereka milih tahun depan urus dokumen,” kata Kepala Disdukcapil Batam, Said Khaidar, Senin (31/12/2018).
Selama 2018 ini, menurutnya terjadi peningkatan pengurusan kartu tanda penduduk elekronik (e- KTP). Ia menyebutkan perekaman keliling atau jemput bola yang dilakukan berhasil merekam dan mencetak sedikitnya 5.118 e-KTP untuk pemula.
“Angka ini naik dari tahun lalu yang hanya 2.322 e-KTP,” kata dia yang dijumpai di Kantor Disdukcapil Batam.
Said mengungkapkan sesuai dengan arahan pusat, perekaman dan pencetakan e-KTP memang diprioritaskan untuk mereka yang pemula. Sebab mereka akan ikut pemilihan umum (pemilu) 17 April 2019 mendatang.
Selain mengejar perekaman dan pencetakan pemilih pemula. Disdukcapil masih dihadapkan dengan persoalan tumpukan e-KTP yang belum tercetak yang jumlahnya mencapai puluhan ribu.
“Kita butuh 37-40 ribu keping blanko e-KTP. Kalau diberikan sesuai kebutuhan kami siap. Sementara itu pengajuan kan selalu masuk setiap harinya,” jelasnya.
Saat ini penumpukan juga masih terjadi di kecamatan. Ada puluhan ribu e-KTP belum diambil pemiliknya.
“Kami berharap semua bisa selesai. Dan tahun depan pelayanan disdukcapil bisa lebih baik,” ujar Said.
Lanjutnya, saat ini pihaknya masih merekap total pengajuan pengurusan dokumen selama tahun 2018. Ada penguruaan surat pindah, pengajuan pembuatan akta hingga permohonan e-KTP.
“Januari lah baru ada datanya. Sebab kami masih membuka pelayanan hingga hari ini (kemarin, red),” imbuhnya.
Ia menambahkan pelayanan akan kembali dibuka setelah libur tahun baru. Pasca arus balik Natal. Ia memperkirakan pelayanan kembali membludak terutama untuk surat pindah.
“Memang sudah siklusnya seperti itu. Setiap habis lebaran dan Natal sering terjadi lonjakan pengurusan surat pindah ini,” tutup mantan camat Batuampar ini. (yui)
