Adios 2018, welcome 2019.

Tahun 2018 berakhir sudah. Namun bagi saya, momen tutup tahun kurang begitu bermakna di Batam. Kenapa? Karena Batam diselimuti ketidakpastian.

Apalagi kalau bukan kabar soal peleburan Badan Pengusahaan (BP) Batam dengan Pemko Batam. Keputusan pusat itu membawa ketidakpastian. Bikin investor ragu-ragu.


Padahal, investasi tidak boleh terganggu. Tidak konsistennya pemerintah dalam menerapkan regulasi bikin saya resah. Mungkin yang lain juga resah. Senasib.

Kita sama-sama tahu. Awalnya ramai isu Free Trade Zone (FTZ) menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Semua dibuat bingung. Di saat tengah menunggu kepastian, muncul lagi regulasi baru. Peleburan BP dengan Pemko.

Sejatinya, saya tidak pernah mempermasalahkan Batam mau pakai yang mana. Mau FTZ atau KEK, mau BP dan Pemko berdiri sendiri atau dilebur, tak jadi masalah. Yang penting harus konsisten. Tidak berubah-ubah.

Batam ini bukan “kelinci percobaan”. Batam ini kota yang usianya sudah 189 tahun. Batam ini wajah Indonesia di mata innternasional. Sudah sewajarnya jika Batam diperlakukan dengan bijak.

Bayangkan kalau gara-gara tidak konsistennya pemerintah, Batam bangkrut. Investor pada kabur. Memilih menggelontorkan modalnya ke negara tetangga.

Yang terkena imbas adalah Indonesia. Bisa berdampak buruk. Indonesia akan dicap sebagai negara yang tidak ramah terhadap investasi.

Oke. Kalaupun BP dan Pemko dileburkan, silakan saja. Yang penting harus ada kepastian. Jangan sampai terjadi inkonsistensi di kemudian hari. Semoga saja tidak.

Yang pasti, momen pergantian tahun ini dapat kita maknai sebagai lahirnya semangat baru untuk membuat Batam lebih maju, kokoh, dan hebat. Kita sudahi perdebatan dan gosip.

Sudah saatnya bersatu dan bergandengan tangan membangun Batam. Tidak hanya infrastruktur, namun juga ekonomi dan manusianya. Sehingga, Batam menjadi surga investasi dunia.

Semangat baru 2019 harus terus dikobarkan. Banyak momen besar terjadi di tahun babi tanah ini. Pemilihan presiden (pilpres) hingga pemilihan legislatif (pileg) sudah menanti.

Yang harus diwaspadai, jangan sampai kita terpecah. Beda suara dan pilihan itu wajar. Itu biasa. Yang penting Batam harus kondusif. Harus kita jaga. Kita jadikan senyaman dan semana mungkin.

Pada kesempatan ini pula, saya juga berharap agar polemik soal status Batam segera diselesaikan. Agar dapat segera memberi kepastian kepada kita semua. Semangat baru ini harus kita gelorakan.

#BatamMilikKita. Batam tidak hanya milik pusat. Tidak pula milik si A atau si B. Tapi Batam adalah milik seluruh lapisan masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Selamat tahun baru. Semangat tahun baru. ***

Loading...