Kamis, 9 April 2026

Dinas Pendidikan Anggarkan Dana untuk Atasi banjir di SMPN 28 Batam

Berita Terkait

Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 28 Batam
F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam Hendri Arulan menyiapkan anggaran untuk perbaikan infrastruktur di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 28 Batam di komplek Perumahan Taman Raya, Batam Center pada 2019 ini agar tak lagi jadi langganan banjir saat hujan turun.

”Sudah kami anggarkan. Tahun ini mulai dikerjakan agar sekolah tidak banjir lagi,” ujarnya, Selasa (1/1/2019).

Ia menjelaskan kondisi SMPN 28 memang rawan banjir. Menurutnya setiap hujan turun dengan intensitas sedang, ruang belajar selalu terendam banjir.

”Kondisinya memang tidak seperti itu. Jadi tahun ini kami akan coba memperbaiki agar air tidak lagi masuk ke sekolah,” jelasnya.

Ia menuturkan akibat hujan deras, Senin (31/12) lalu, air kembali menggenangi ruangan yang ada di SMPN 28 Batam. Untuk itu, pihaknya sudah berkerja sama dengan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSA-BM) Kota Batam terkait perbaikan di lingkungan sekolah.

”Nanti dilihat apa solusi terbaik agar sekolah tak banjir lagi. Karena selama ini Pak Yumasnur (Kepala DSA-BM Batam, red) Batam sudah melakukan normalisasi. Namun saat hujan deras sekolah masih kebanjiran,” bebernya.

Ia berharap solusi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan sekolah. Pihaknya ingin sekolah benar-benar bebas banjir pasca proses perbaikan tahun ini.

”Saya tak mau asal kerja. Karena ini menyangkut kenyamanan siswa belajar” lanjutnya.

Ia juga berharap pasca perbaikan atau peningkatan infrastruktur nantinya, siswa tak lagi dibayang-ba-yangi kekhawatiran saat hujan turun.

”Kami inginnya tahun ini siswa bisa lebih tenang,” harapnya.

Terakhir, hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur sebagian Kota Batam selama sekitar tiga jam, Senin (31/12/2018) lalu dari pukul 13.00 WIB hingga 16.00 WIB, menyebabkan kawasan SMPN 28 kembali terendam banjir setinggi 120 sentimeter.

Akibatnya buku-buku serta dokumen terendam air. Selain itu, kursi dan bangku terendam air bercampur lumpur. Banjir kali ini terparah sepanjang 2018. Karena banjir ini juga berhasil menjebol tembok pagar depan ruang kelas sepanjang 4 meter. Akibatnya kelas-kelas yang biasa aman dari banjir, digenangi air. Tak hanya air, tapi juga lumpbur bercampur dengan sampah-sampah dari drainase samping sekolah.

(ska/yui)

Update