Kamis, 23 April 2026

Gerbang Pelabuhan Punggur Dibangun, Barang Kargo Pindah ke Pelabuhan Bintang 99

Berita Terkait

foto: batampos.co.id / putut ariyotejo

batampos.co.id – Penataan beberapa pelabuhan di Batam menjadi fokus Badan Pengusahaan (BP) Batam pada tahun 2019 ini. Di antaranya mengembangkan Pelabuhan Domestik Punggur.

Setelah memberikan lahan untuk parkir, kini BP akan mengeraskan area tersebut ditambah lagi dengan memasang gerbang.

”Gerbang itu untuk penataan keluar masuk kendaraan. Selama ini, kami belum pungut retribusi, baru pass masuk saja,” kata Kepala Bidang Komersil Kantor Pelabuhan BP Batam Johan Effendy, Senin (31/12) di Kantor Pelabuhan BP Batam.

Selain itu, kendaraan yang parkir inap juga belum dikenakan sewa sama sekali. Kendala yang mengurangi kenyamanan adalah banyaknya taksi yang parkir untuk menunggu penumpang di pelabuhan.

”Nanti akan ditata karena maksimal hanya 27 unit taksi yang boleh stand by menunggu penumpang. Selama ini susah mengontrolnya, maka-nya dengan gerbang akan mudah kontrolnya,” ucapnya.

Kemudian, ada sejumlah hambatan, yakni eskalator dan kloset yang rusak selama masa mudik Natal.

”Eskalator rusak karena terindikasi penumpang bawa beban yang berlebihan. Makanya kami akan buat beban berat masuk lewat lift saja. Kami juga akan menata area komersialnya,” katanya.

Sedangkan Pelabuhan Batu-ampar khusus menampung kontainer saja, karena barang kargo dipindahkan ke Pelabuhan Bintang 99 Persada di sebelah timur Pelabuhan Batuampar.

Lokasi Bintang 99

Pelabuhan Bintang 99 Persada sudah ada sejak tahun 2010. Pada tahun 2014, BP sudah ancang-ancang untuk mengembangkan Pelabuhan Batuampar dengan memanfaatkan Pelabuhan Bintang 99 Persada, namun baru bisa terealisasi saat ini.

”Pelabuhan itu konsesinya 30 tahun, jadi aset dan rekla-masi punya mereka. Artinya, pelabuhan tersebut jadi sub terminal Batuampar. Ini merupakan bagian dari penataan Batuampar agar bisa direvitalisasi dengan baik,” jelasnya.

Selama ini, kargo dan kontainer diantar ke Batuampar. Penumpukan ribuan ton dari keduanya menimbulkan kemacetan karena banyaknya truk yang menjemputnya. Sehingga membuat kesan berantakan sangat mengakar di Pelabuhan Batuampar.

”Dalam setahun ada 600 hingga 700 ribu ton kargo di Batuampar yang terdiri dari barang  konsumsi masyarakat. Sedangkan kontainer bisa mencapai 520 ribu TEUs. Untuk pengembangan pelabuhan, keduanya tidak boleh bercampur, karena ketika ramai nanti jadi macet,” ucapnya.

Dulunya, pelabuhan kargo baru ini digunakan Bintang 99 Persada sebagai pelabuhan umum, yakni kegiatan kargo dan penumpang bisa dilakukan. Namun akan ditata lagi.

Untuk jalan masuk ada di dekat Pantai Stres, namun BP akan merobohkan gudang tua milik Persero untuk membuat jalan baru menuju pelabuhan tersebut.

Untuk anggaran awal, BP akan menggunakan tambahan dana dari pemerintah pusat sebesar Rp 340 miliar dan Rp 100 miliar akan digunakan untuk pengembangan pelabuhan di Batam.

”Tinggal menambah alat bongkar muat yang tepat se-perti crane, resteker, toploader agar bisa segera beroperasi. Kami akan kerjakan secara bertahap, target tahun depan bisa selesai,” katanya.(leo)

Update