batampos.co.id – Mulai pada hari pertama pada 2019 ini, Pemerintah Korea Selatan (Korsel) melarang pengunaan kantong plastik sekali pakai di supermarket dan pengecer lainnya secara nasional. Ini menurut laporan kantor berita Yonhap via Channel News Asia, pada Senin (31/12).

Larangan itu berlaku mulai 1 Januari 2019, sebagai bagian dari undang-undang yang direvisi yang mempromosikan daur ulang dan konservasi. Sekitar 11 ribu supermarket dan 2.000 outlet diminta untuk menawarkan kepada pelanggannya wadah yang dapat didaur ulang seperti tas belanja kain atau kantong kertas.

Loading...

Wadah plastik masih akan digunakan untuk barang basah seperti daging dan ikan. Undang-undang yang direvisi juga melarang sekitar 18 ribu toko roti di seluruh negeri untuk membagikan kantong plastik sekali pakai secara gratis. Pengecer yang melanggar larangan itu bisa menghadapi denda hingga 3 juta won (USD 2.680).

Menurut Yonhap, kementerian lingkungan berencana untuk mendorong toko-toko yang terkena dampak untuk mematuhi larangan tersebut hingga Maret 2019. Kementerian lingkungan juga berupaya mengurangi penggunaan tas pakaian plastik di toko-toko binatu.

Langkah Korea Selatan untuk melarang penggunaan kantong plastik sekali pakai adalah yang terbaru dari serangkaian inisiatif internasional untuk mengurangi limbah plastik.

Awal bulan ini, Pulau Bali memberlakukan larangan penggunaan plastik sekali pakai seperti tas belanja, styrofoam, dan sedotan. Kebijakan baru bertujuan untuk pengurangan 70 persen dalam plastik laut Bali pada 2019.

Pada bulan September, Malaysia mengumumkan bahwa mereka bertujuan untuk menghapus plastik sekali pakai pada tahun 2030. Malaysia juga bermaksud untuk memperkenalkan biaya untuk kantong plastik.

Perusahaan Raksasa furnitur Swedia IKEA juga akan berhenti menjual produk plastik sekali pakai seperti sedotan, gelas, dan tas freezer sebelum 1 Januari 2020.

Di Singapura, Yakult mengumumkan bahwa mereka tidak lagi menyediakan sedotan dengan minuman susu probiotik berbudaya. Perusahaan lain yang telah bertindak untuk membuang sedotan plastik termasuk KFC, Starbucks, Burger King dan Resorts World Sentosa. (ina/JPC)

Loading...