ilustrasi

batampos.co.id – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kepulauan Riau (Kepri) mengalami penurunan.

Dari 168 kasus DBD pada 2017, turun menjadi 113 kasus pada 2018.

Penurunan kasus DBD terjadi hampir di semua kabupaten/kota.

Di Kota Batam, pada November 2018 ada 72 kasus. Kemudian turun menjadi 43 kasus pada Desember.

Lalu di Kota Tanjungpinang dari sebelumnya 39 kasus turun menjadi 20 kasus.

Selanjutnya di Kabupaten Lingga, Natuna, dan Anambas tidak ditemukan kasus DBD pada Desember 2018.

“Semua daerah menurun. Kanya di Kabupaten Karimun yang naik dari 10 kasus menjadi 22 kasus. Daerah lain ada yang tidak ada kasus DBD,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepri Tjetjep Yudiana ketika dihubungi di Batam, Rabu (2/1/2019).

Penurunan kasus DBD sungguh di luar dugaan. Sebab tidak ada program pencegahan secara massal yang dijalankan. Dinkes di masing-masing daerah disibukkan dengan proses vaksinasi Measles Rubella (MR) dalam beberapa bulan terakhir.

Fokus pemenuhan target vaksinasi MR sampai menggeser program-program pencegahan penyakit lain yang memang telah disusun sebelumnya. Walaupun akhirnya target vaksinasi MR di banyak daerah tidak tercapai.

Di Kepri sendiri, masifnya gerakan vaksinasi MR sampai berpengaruh pada program pencegahan penyakit DBD. Program pencegahan secara massal yang rencananya dilakukan di empat kabupaten/kota terpaksa ditunda. “Terpaksa kami tunda dulu karena fokus untuk MR. Walaupun tidak tercapai target,” ucapnya.

Namun meski kasus DBD terjadi penurunan, Dinkes Kepri tetap tidak lengah dengan tetap melanjutkan program yang sebelumnya tertunda. Pemerintah Provinsi Kepri akan menyurati setiap kabupaten/kota untuk melakukan tindakan pencegahan DBD pada 2019.

(bbi/JPC)