batampos.co.id – Pasar yang dibangun Kementerian Perdagangan (Kemendag) di Buana Garden, Seibeduk, pembangunannya sudah rampung. Kepala Bidang Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam Zulkarnain mengatakan awal Januari ini akan membentuk tim seleksi pedagang.
”Setelah dapat pedagangnya, kita akan undi untuk menempati lapak yang ada,” ujarnya, Selasa (1/1).
Di pasar yang diberi nama Pasar Melayu Serumpun ini, terdapat 198 lapak. Satu pedagang yang telah diseleksi hanya boleh menempati satu lapak.
”Pedagang nanti ada dari eks PKL-PKL juga. Ini sejalan dengan program penataan PKL oleh Pak Wali (Wali Kota Batam Muhammad Rudi, red),” ucap dia.
Ia menjamin, seleksi pedagang akan dilakukan secara transparan dengan melibatkan kelurahan dan kecamatan setempat. Pasar hanya diperuntukkan bagi pedagang.
”Kami ingin clean and clear. Tidak ada titip menitip,” tegas dia.
Seleksi akan diperketat dengan perjanjian. Jika pedagang tak kunjung menempati lapaknya paling tidak tiga hari setelah diperbolehkan berjualan, akan ditarik dan diberikan ke pedagang lain. Ia memastikan, pihaknya akan terus mengawasi jika ada kegiatan jual beli lapak. Bahkan pihaknya akan melakukan tindakan.
”Segera akan ditindak, Pak Wali ingin benar-benar pedagang yang masuk,” tambah dia.
Ia mengungkapkan, pedagang nanti hanya akan dikenakan biaya retribusi harian. Untuk meja Rp 5 ribu perhari, sementara kios Rp 7.500 perhari. Selain itu, tidak ada biaya lain, seperti biaya awal untuk menempati lapak tertentu yang dipungut pemerintah.
”Enggak ada bayar-bayar yang lain, kewajiban pedagang hanya retribusi. Bahkan, sebelum resmi dihibahkan Kemendag ke Pemko Batam, pedagang kami kasih free,” terangnya. (iza)
