batampos.co.id – Warga banyak menghabiskan hari libur Tahun Baru di pantai, karena dianggap lebih ramah dengan kantong. Seperti terlihat di Pantai Tanjungpinggir, Sekupang maupun di sejumlah pantai di kawasan Rempang dan Galang, Selasa (1/1/2019).
Pengunjung pantai terlihat sejak pagi hari. Beralaskan tikar dan bekal makanan dari rumah, pengunjung menikmati hari pertama di 2019 ini. Niken, warga Sagulung, menuturkan liburan kali ini ia habiskan dengan mengunjungi Pantai Tanjungpinggir.
Menurutnya menikmati pantai bisa menjadi hiburan tersendiri setelah aktivitas yang cukup padat di 2018 kemarin.
”Memang dari rumah lumayan jauh. Tapi saya lebih pilih di sini (Pantai Tanjungpinggir, red) karena di Jembatan Barelang sudah sering,” sebut perempuan berjilbab ini.
Wisata pantai menurut perempuan kelahiran 1997 ini sangat terjangkau dan murah. Untuk menikmati pantai ia bersama ketiga temannya hanya cukup membayar tiket masuk.
”Masing-masing bayar Rp 10 ribu saja dan kami sudah bisa seharian berada di pantai,” tuturnya.
Pantai juga menjadi lokasi favorit dia bersama teman-temannya. Selain berenang, menyantap makanan di pantai merupakan momen yang paling dinikmati.
”Pasti rebutan makannya dan pada nambah,” imbuhnya.
Untuk makanan sendiri, ia menyiapkan bersama-sama sahabatnya. Ia menceritakan agenda liburan termasuk dadakan karena kalau direncanakan bisa gagal total.
”Spontan aja. Semalam pada ngajakin ke sini. Jadi, masaknya juga tugas sama mereka. Ada yang bawa minum, makanan dan piring, serta peralatan lainnya. Liburan seru sih di pantai,” ujar perempuan semester akhir di salah satu kampus di Batam ini.
Pengelola Pantai Tanjungpinggir, Dody mengatakan lonjakan pengunjung pantai sudah berlangsung pasca libur Natal beberapa waktu lalu. Awal tahun ini jumlah pengunjung mencapai 500 orang lebih.
”Alhamdulillah, lumayan ramai yang datang. Cuaca juga cukup bersahabat mulai dari pagi tadi (kemarin, red),” sebutnya.
Pengunjung hanya dikenakan tiket masuk Rp 10 ribu per orang. Jika pengunjung ingin mengunjungi taman di dekat pantai, pengunjung cukup membayar Rp 5 ribu lagi.
”Jadi, kalau mereka gak mau mandi (berenang, red), bisa menikmati taman di samping pantai. Ada wahana bagus juga yang kami sediakan bisa buat foto-foto juga,” ujarnya.
Untuk keamanan, pihaknya tetap menyiagakan penjaga pantai, karena jumlah pengun-jung yang juga membeludak jadi membutuhkan pengawasan yang cukup ketat.
”Selain TNI/Polri, kami juga siaga dan mengawasi betul aktivitas pengunjung. Jarak aman berenang tetap dipasang meskipun cuaca cukup baik hari ini,” lanjut Dody.
Bagi pengunjung yang ingin bersantai bersama keluarga namun tidak membawa tikar, pengelola juga menyiapkan penyewaan tikar.
”Cukup bayar Rp 20 ribu saja. Jadi, tetap bisa nyantai sambil menikmati makanan,” sebutnya.
Banyak pengunjung yang rombongan berlibur kemarin. Seperti bersama keluarga, sahabat hingga rekan kerja yang menggelar acara liburan bersama.
”Ada gathering juga. Jadi lumayan lah hari ini (kemarin, red),” ucapnya.
Beberapa pengunjung pantai juga menikmati malam pergantian tahun di pantai. Mereka mendirikan tenda sendiri dan menghabiskan malam pergantian tahun di pinggir pantai sambil bakar-bakar ikan dan ayam.
”Dari semalam memang sudah ada juga yang di sini. Kalau hari ini (kemarin, red) lebih kepada nuansa keluarga,” tutupnya.
Sementara itu, libur Tahun Baru 2019, sebagian warga Batam juga menyerbu sejumlah tempat wisata di kawasan Barelang, Selasa (1/1). Pantauan di lapangan, ribuan wisatawan lokal maupun mancanegara memadati dua lokasi yang menjadi ikon Kota Batam, yakni Jembatan I Barelang dan Pantai Dendang Melayu.
Arus lalu lintas menuju tempat tersebut juga dipadati kendaraan roda dua, roda empat maupun bus wisatawan. Bahkan Jalan R Soeprapto dari arah Batuaji menuju Simpang Tembesi macet. Itu karena warga Batuaji, Sekupang dan Sagulung yang hendak berkunjung ke lokasi wisata. Sementara di Jalan Trans Barelang dari arah Mako Brimob menuju Simpang Tembesi dipadati kendaraan yang baru saja pulang dari tempat wisata.
Sejumlah wisatawan yang ditemui Batam Pos mengaku sengaja menghabiskan waktu liburnya untuk berkunjung ke tempat wisata yang ada di Batam. Maria Hutagalung misalnya. Ia sengaja menyeberang dari Singapura ke Batam untuk liburan Tahun Baru.
”Saya tinggal di sana (Singapura, red), cuman keluarga banyak di Batam. Jadi, saya liburannya ke sini saja,” ujar Maria.
Perempuan 34 tahun ini memboyong serta keluarganya untuk berkumpul dan menikmati masa liburan.
”Momen liburan ini saya dan keluarga bisa quality time,” jelasnya.
Hal yang sama juga diungkapkan Rahma, warga Batam yang berkunjung ke lokasi tersebut. Sama seperti ribuan pengunjung lain, Rahma mengaku Jembatan Barelang merupakan lokasi favorit warga Batam untuk menghabiskan masa liburan, sehingga hari libur akhir pekan atau cuti bersama. Ia juga menyem-patkan diri untuk menikmati ikon Batam tersebut.
”Fasilitasnya juga sudah lumayan bagus. Tempat parkir luas, karcis masuk murah,” tuturnya.
Sementara Abdullah, salah seorang pengelola Dendang Melayu mengaku sejak siang kemarin, sudah belasan ribu wisatawan berkunjung dan menikmati panorama wilayah itu. Bus wisatawan dan kendaraan pribadi silih berganti memasuki area wisata. ”Alhamdulillah ramai. Malah lebih ramai tahun ini dibandingkan tahun 2018 lalu,” ungkapnya.
Taman Kebun Jambu Marina Juga Ramai
Taman Kebun Jambu Marina ramai dikunjungi warga sepanjang hari libur. Warga antusias untuk mengahabiskan masa liburan di kebun jambu tersebut, ada berburu buah jambu ada juga yang hunting foto di sekitar kebun agro wisata itu, kemarin.
Pengelola Kebun Jambu Agrowisata Marina Nurhasanah menuturkan, sejak hari Minggu sudah ramai pengunjung mulai dari keluarga, anak-anak muda, hingga wisatawan asing. Terhitung ada sekitar ribuan pengunjung hingga Senin (31/12). Jumlah pengunjung dipastikan Nurhasanah akan bertambah sebab masa liburan masih panjang.
”Mulai ramai sejak hari Minggu, pagi hingga sore terus berdatangan,” terangnya
Ditambah lagi wisatawan asing yang sehari bisa mencapai 70 sampai 100 orang per rombongan. Pengunjung yang ingin menghabiskan masa liburan di Kebun Jambu itu, kata Nurhasanah, ingin sekedar berfoto-foto dan berburu jambu.
”Pilihan liburan awal tahun yang higienis dan juga memberikan pengetahuan buah jambu,” ujarnya.
Fasilitas yang diberikan juga beraneka ragam yaitu archery (panahan), hidroponik, kolam pancing, kuliner, dan playground (taman bermain). Untuk tarif tiket dikenakkan Rp 15 ribu per orang, dan untuk jambu petiknya Rp 25 ribu per kilogram. Total omset yang didapat sejak hari libur hingga kemarin yakni Rp 12 juta.
Tidak hanya itu, Kebun Jambu Marina juga memberikan edukasi kepada anak-anak sekolah, khususnya yang masih duduk di sekolah dasar untuk bisa mempraktikkan cara mencangkok jambu, jenis jambu nya beragam mulai dari jambu madu atau air, jambu kristal.
”Biasanya guru dari pihak sekolah berlibur sembari mengedukasi muridnya,” jelasnya.
Pantauan di lapangan kemarin, jumlah pengunjung semakin ramai. Kebun Jambu Marina mulai beroperasi dari pagi pukul 07.30 WIB hingga sore 18.00 WIB. Danilla, seorang pengunjung yang datang bersama teman wanitanya mengaku tidak menyesal sekalipun harus membayar karcis masuk sebesar Rp 30 ribu. Dikarenakan fasilitas dan pemandangan yang ditawarkan dalam kebun agrowisata itu cukup memuaskan.
”Ada taman untuk foto-foto, rumah pohon, kolam dan juga ratusan pohon jambu. Ini sangat menyenangkan,” ujar Danila.
Kebun Jambu Agrowisata Marina dalam waktu dekat akan merelokasi tempatnya yang akan berpindah dekat pintu masuk Marina City dari arah Tanjungriau, Sekupang. Rencananya akan menambahkan wahana kuda delman, namun saat ini masih proses perizinan dari karantina, dan nantinya juga ada wahana outbound untuk anak-anak.(yui/une/cr1)
