Pixabay.com

batampos.co.id – Para ibu rumah tangga di rumah pasti sering menghangatkan nasi daripada memasak lagi yang baru. Sebab terkadang sayang membuang sisa nasi yang masih banyak. Alhasil nasi dihangatkan kembali untuk dihidangkan. Lalu bagaimana jika nasi berada di penanak untuk terus hangat? Amankah untuk kesehatan?

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB yang juga Ahli Endoskopi Gastrointenstinal menilai kebanyakan orang di Indonesia, mengganggap nasi sebagai makanan pokok. Rasanya ada yang kurang bila makan belum mengkonsumsi nasi.

Loading...

Nasi menjadi makanan wajib saat sarapan, makan siang, hingga makan malam. Hal tersebut membuat orang Indonesia sering memasak nasi dalam jumlah banyak, lalu dihangatkan ketika mau makan. Namun menurutnya, memanaskan nasi bisa memberikan dampak berbahaya bagi tubuh.

“Memanaskan lebih dari 12 jam bisa berubah menjadi racun,” katanya seperti diulas dalam aplikasinya Apa Kata Dokter, Rabu (2/1).

Nasi sisa yang tidak habis dan kembali dipanaskan mengandung kolesterol jahat, memiliki kalori tinggi. Sehingga bisa memicu resiko meningkatkan tekanan darah dan penyakit jantung.

Tentu hal itu juga akan berpengaruh pada penderita diabetes. Sebab kandungan gula (Glikemik Indeks) pada nasi cukup tinggi.

Menurut dr. Ari, kelayakan dari nasi yang akan dimakan juga bisa ditentukan sendiri. Bisa dilihat dari bau, tekstur, sampai warnanya.

“Jadi tetap hati-hati dalam memilih, harus lebih waspada,” tegasnya. (ika/JPC)

Loading...