
batampos.co.id – Polda Kepri mencatat selama pelaksanaan operasi lilin dari 23 Desember hingga 1 Januari, tercatat sebanyak 6 kasus kecelakaan lalu lintas serta 14 kasus kriminal. Selain itu, pihak kepolisian mencatat moda transportasi laut paling banyak digunakan masyarakat, dibandingkan moda transportasi udara.
Melalui transportasi laut, masyarakat keluar Batam tercatat sebanyak 158.495 orang dan datang 122.773 orang. Sedangkan masyarakat keluar Batam menggunakan moda transportasi udara sebanyak 56.114 dan datang sebanyak 58.658.
“Selama operasi lilin ini, melibatkan sebanyak 2.517 personel terdiri dari polisi, TNI, pemerintah daerah serta stakeholder lainnya,” kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes Erlangga, Rabu (2/1).
Erlangga mengatakan selama penyelanggaran operasi lilin, personel gabungan berhasil meminimalisir terjadinya tindak kejahatan, maupun kecelakaan lalu lintas. Hal ini disebabkan, sebelum pelaksanaan operasi jajaran Polda Kepri telah memetakan beberapa potensi kerawanan seperti kejahatan konvensional.
“Selama operasi lilin ini, kami tidak meminimalisir tindak kejahatan konvensional saja. Tapi juga menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan di seluruh Provinsi Kepri,” tuturnya.
Selama Operasi Lilin, Erlangga mengatakan jajaranya mendirikan sebanyak 24 pos pelayanan, 7 pos terpadu dan 6 pos bergerak. “Kapolda Kepri Irjen Andap Budhi Revianto, memantau langsung mulai dari kesiapan anggota, hingga pelaksanaan operasi dilapangan,” tuturnya.
Keberhasilan operasi lilin ini, kata Erlangga tidak terlepas dari komitmen seluruh personel gabungan dan peran serta masyarakat menciptakan kondisi Kepri yang aman.
“Tim Operasi lilin sudah dibubarkan, ditandai dengan dilaksanakannya apel konsolidasi, Rabu (2/1) dinihari,” pungkasnya. (ska)
