Jumat, 24 April 2026

Kepri Rebut Satu Emas, Dua Perunggu pada The Trade Penang Boxing Tournament 2018

Berita Terkait

F. Dokumentasi Pertina Kepri untuk Batam Pos
Petinju Kepri Jhonatan Siagian (dua dari kiri) didampingi pelatih Rionando Butar Butar (kiri) bersama petinju serta pelatih tinju Myanmar. Jhonatan berhasil mempersembahkan medali emas di ajang The Trade Penang Boxing Tournament 2018 di Tapak Pesta Pulau Penang, Malaysia, Senin (31/12/2018) lalu.

batampos.co.id – Petinju Kepri menutup tahun 2018 dengan raihan prestasi memikat. Dalam The Trade Penang Boxing Tournament 2018 yang diselenggarakan di Tapak Pesta, Pulau Penang, Malaysia, 26-31 Desember lalu, Kep-ri berhasil mempersembahkan satu medali emas dan dua perunggu.

Pelatih Tinju Kepri Rionando Butar Butar menyebutkan, dalam kejuaraan ini, Kepri mengirimkan lima atletnya. Kejuaraan ini sendiri diikuti oleh 10 negeri se-Malaysia dan Angkatan Tentra 1, 2, dan 3 Division (kesatuan militer Malaysia).

Selain itu juga diikuti Timnas SEA Games dan Youth Myanmar, Timnas SEA Games dan Youth Singapore, Timnas SEA Games dan Youth Malaysia, Hong Kong, dan Thailand.
Sementara itu, atlet Kepri turun dalam empat kelas yang berbeda. Di kelas 56 kg, Kepri menurunkan dua atletnya, yakni Wigels Klemens Sinaga dan Supriadi.

”Wigels turun di kategori youth, sedang Supriadi turun di kategori elite,” papar Rionando, Rabu (2/1/2019).

Di kelas 60 kg youth Kepri menurunkan Edward Herefa. Jhonatan Siagian turun di kelas 64 kg youth, dan Bintang Ariestanto Pardede di kelas 69 kg youth.

Medali emas dipersembahkan oleh Jhonatan Siagian, sementara medali perunggu dipersembahkan Wigels Klemens Sinaga dan Bintang Ariestanto Pardede. Sedangkan Edward Herefa batal bertanding lantaran kondisinya tidak fit. Dan Supriadi terhenti langkahnya di babak perempat final.

Jhonatan Siagian yang turun di kelas 64 kg youth berhasil meraih emas usai mengalahkan petinju Timnas Youth Myanmar. Padahal petinju Myanmar ini sedianya akan dipersiapkan untuk mengikuti kejuaraan tinju Asia Youth 2019.

Cerita menarik dalam kejuaraan ini adalah saat Rionando harus kembali berhadapan dengan lawannya saat berlaga di ajang SEA Games 2005 silam.

”Di semifinal saya harus mengaku kalah dan harus puas dengan raihan medali perunggu,” kenangnya.

”Tetapi kami kembali berjumpa. Hanya saja bukan sebagai atlet tetapi sebagai pelatih. Dan kali ini anak asuh saya yang berhasil meraih emas membalaskan kekalahan saya,” serunya.

Tak lupa Rio menyampaikan terima kasih pada seluruh pihak yang membantu persiapan hingga keberangkatan atlet tinju Kepri mengikuti kejuaraan di Penang, Malaysia. ”Untuk keberangkatan sepenuhnya ditanggung oleh KONI Kepri,” terangnya.

”Semoga KONI Kepri dan KONI Batam terus berpartisipasi untuk melakukan pembinaan cabor tinju. Dengan pembinaan yang berjenjang dan jangka panjang, cabor tinju bisa meraih prestasi maksimal baik di tingkat nasional maupun internasional,” papar Rio. (yan)

Update