Jumat, 24 April 2026

Siswa SMPN 57 Masih Numpang

Berita Terkait

Pembangunan gedung SMPN 57 Batam yang berlokasi di Patam Lestari, Sekupang, tidak selesai tepat waktu. Proyek harusnya rampung pada 29 Desember 2018 lalu. (Yulitavia/Batam Pos)

batampos.co.id – Harapan ratusan siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 57 Batam di Patam Lestari, Sekupang, untuk segera menempati gedung baru di semester kedua ini gagal terwujud. Pasalnya proyek pembangunan gedung sekolah tidak selesai dikerjakan hingga batas kontrak pada 29 Desember lalu.

Proyek senilai Rp 4,11 miliar ini rencananya dibangun sembilan ruang kelas termasuk ruang guru. Pada pembangunan tahap awal, Pemerintah Kota (Pemko) Batam menargetkan menyelesaikan lantai satu atau dasar. Proyek mulai diker-jakan Agustus 2018 lalu, saat ini masih jauh dari kata selesai.

Terlihat beberapa pekerja masih berada di lokasi untuk merampungkan pengerjaan proyek pembangunan sekolah itu. Terdapat beberapa ruang kelas yang masih dalah tahap finishing.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam Hendri Arulan mengakui pengerjaan proyek memang tidak selesai. Kontraktor yang memena-ngi lelang tidak bisa menyelesaikan pekerjaan mereka sesuai dengan kontrak kerja.

”Ya, memang begitu keadaannya. Mereka (kontraktor, red) tidak mampu menyelesaikan proyeknya tepat waktu. Tentu ada konsekuensi yang harus mereka terima,” tegas Hendri, Rabu (2/12).

Saat ini, lanjut dia, konstruksi bangunan belum bisa ditempati siswa. Akibatnya siswa masih tetap harus menumpang di gedung milik Sekolah Dasar Negeri (SDN) 004 Sekupang. Sebelumnya Disdik merencanakan siswa tidak numpang awal tahun ini. ”Jadi, harus tetap numpang dulu karena gedung tak selesai,” sebutnya.

Permasalahan ini sudah disampaikan kepada pimpinan agar gedung sekolah tetap berlanjut pembangunannya. Ia akan meminta bantuan agar pembangunan tetap berjalan di 2019 ini.

”Sudah saya sampaikan. Nanti solusinya masih dibahas. Kalau ada dana nanti kami inginnya bulan Maret selesai dan bisa ditempati,” imbuh Hendri.

Untuk tahun ini, Disdik tidak menyiapkan anggaran untuk kelanjutan pembangunan gedung SMPN 57 yang berlokasi di Patam Lestari tersebut. ”Tak ada kami anggarkan lagi. Namun, saya berharap tahun ini pembangunan tetap lanjut, agar siswa tak menumpang lagi,” sambungnya.

Tahun lalu, Disdik Kota Batam merencanakan memba-ngun dua gedung sekolah baru, yaitu SMPN 56 dan SMPN 57 Batam. Untuk yang SMPN 56 Batam di Tiban Lama, Sekupang, pembangunan sudah selesai dilakukan. Bahkan tahun ini Disdik kembali menyiapkan anggaran untuk peningkatan infrastruktur gedung sekolah.

”Masih ada beberapa hal lagi yang harus ditingkatkan,” tambahnya.

Sementara itu, beberapa waktu lalu, Sekretaris Daerah Kota (Setdako) Batam Jefridin mengakui memang ada keter-lambatan pembangunan fisik sekolah yang dibangun 2018. Ia menyebutkan seperti pembangunan gedung SMPN 56 Batam yang seharusnya rampung Oktober, harus diperpanjang hingga akhir tahun.

”Semuanya kami evaluasi. Termasuk proses lelang yang kami majukan dan berharap semua proyek di tahun 2019 ini sesuai dengan kontrak kerja,” terangnya.

Kontraktor yang tidak bisa menyelesaikan pengerjaaan proyek akan dikenai sanksi berupa denda akibat keterlambatan proyek pembangunan. ”Sudah ada kesepakatan, tinggal dijalankan saja. Untuk itu kami sudah mulai lelang sejak Desember lalu, agar keterlambatan seperti ini tidak terjadi lagi. Karena kasihan siswa yang numpang karena tidak punya gedung,” bebernya.

Beberapa kali sebelum tutup tahun, pihaknya juga sudah melakukan monitoring dan mengecek pencapaian pengerjaan proyek fisik. ”Berbagai faktor penyebabnya. Ada yang terlambat lelang, ada juga masalah akses. Ini yang akan kami benahi,” tutupnya. (yulitavia)

Update