
batampos.co.id – Imigrasi Kelas I Khusus Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Batam memastikan tidak ada penambahan unit layanan pasport (ULP) tahun 2019 ini. Hanya saja, akan diajukan penambahan kuota harian paspor ke Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM Kepri.
“Untuk tambahan ULP mungkin di 2020. Yang jelas untuk tahun 2019 ini kami mau nambah kuota, sekarangkan sekitar 400 kuota, kami berharap dapat 700 kuota,” kata Kepala Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Lucky Agung Binarto, Kamis (3/1).
Ia merinci, kuota tersebut yakni untuk kantor utama 235, ULP Harobur Bay sebanyak 90 kuota dan di MPP sebanyak 20 kuota. Soal harapan tambahan kuota seiring dengan intensitas permohonan papsort sehari yang mencapai 700 permohonan.
“Istilahnya kuota itu ibarat batas kekenyangan, perut untuk satu piring tak bisa untuk dua piring. Sama dengan kuota pasport, lebih satu sistem akan tolak,” terangnya.
Ia menyampaikan, sejumlah inovasi telah dilakukan guna mempermudah layanan pasport sepanjang 2018 akan tetap dilakukan di 2019 ini. Seperti layanan pendaftaran via whatsapp, pelayanan pasport jemput bola, sms gateway hingga pengiriman paspor jadi via pos.
“Tetap jalan,” ucapnya.
Dalam kesempatan ini, ia mengimbau kepada masyarakat yang hendak membuat pasport dapat memperhatikan kelengkapan persyaratan pembuatan pasport. Karena kurang satu saja pasti akan tertolak, apalagi proses pengurusan pasport by system.
“Misal, pakai KTP abal-abal, pasti tertolak itu,” kata dia.
Tidak hanya itu, ia juga mengatakan percetakan pasport baru diproses setelah pembayaran selesai. Jika didukung oleh jaringan yang baik akan selesai sekitar tiga hari. “Kalau belum dibayar gimana mau jadi, ini juga perlu diketahui masyarakat,” ucap dia.
Sepanjang 2018, paspor 24 halaman sebanyak 15.749, paspor 48 halaman tercetak 35.214, paspor elektronik 9.930 paspor. “Total sekitar 60 ribu pasport satu tahun,” pungkasnya. (iza)
