Jumat, 3 April 2026

Pegatron Rekrut 2.000 Pekerja

Berita Terkait

PRESIDEN Direktur PT Sat Nusapersada Tbk, Abidin (kanan) bersama jajaran manajemen Sat Nusapersada memberikan keterangan dalam public expose insidentil di kantor Bursa Efek Indonesia Perwakilan Kepri di Batam, Kamis (3/1/2019).
F. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Perusahaan perakit iPhone asal Taiwan, Pegatron, sudah mulai beroperasi di Batam, tepatnya di PT Sat Nusapersada. Sesuai kontraknya, perusahaan ini akan beroperasi selama empat tahun dan akan merekrut pekerja hingga 2.000 orang.

Presiden Direktur Sat Nusapersada Abidin mengatakan, kontrak Pegatron di Sat Nusapersada selama tiga tahun dan akan diperpanjang selama satu tahun. Perusahaan ini akan merakit produk non iPhone berupa produk smarthome dan akan melakukan ekspor perdana ke Amerika pada 24 Januari nanti.

“Kerja sama dengan Pegatron itu benar sekali, tidak ada salahnya. Kita produksi alat-alat smarthome. Nanti akan ekspor perdana tanggal 24, dan akan kami undang media kalau disetujui pihak Pegatron,” kata Abidin saat menggelar Public Expose Insidentil 2019 di Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Kepri di Batam Center, Kamis (3/1).

Adapun produk smarthome yang akan diproduksi Pegatron yakni modem, gateway, speaker, kamera, webcam, IP Cam, dan produk lainnya. Produk-produk ini merupakan produk berbasis internet of technology (IoT) yang merupakan cikal bakal industri 4.0 yang menggabungkan teknologi otomatisasi dengan teknologi cyber, dimana pekerjaan bisa dilakukan dari jarak jauh untuk mempermudah kerja manusia.

“Sebagian dari perakitan ini bersifat service molting technology (SMT) oleh Pegatron dan sebagian lagi Sat Nusa. Tentang nilai investasi, saya tak mau komentar karena ada kode etik dan Pegatron itu sudah Tbk,” ucapnya.

Abidin kemudian menyebut, aktivitas produksi di Pegatron akan dimulai pada minggu ini. Ia juga enggan menyebut berapa perkiraan nilai ekspor perdana pada akhir Januari nanti.

“Karena masih running dan kami juga sedang speed up prosesnya,” tambah Abidin.

Pegatron akan beroperasi di pabrik 12 yang memiliki enam lantai. Luas lahannya 2.560 meter persegi dengan luas bangunan kurang lebih 16.639 meter persegi. Gedungnya sudah mulai dibangun sejak April 2018 dan akan selesai bulan ini. Anggaran pembangunannya mencapai kurang lebih Rp 148 miliar.

Pegatron menjadi salah satu perusahaan terbaru yang berinvestasi di Satnusa. Sebelumnya ada lima perusahaan ponsel pintar (smartphone) yang hijrah ke Sat Nusapersada. Yakni Asus dan Nokia yang masuk pada 2017, Xiaomi, Huawei, serta Honor pada 2018. Sat Nusapersada merupakan pemegang tunggal hak merek dan akan memproduksi semua tipe smartphone yang diproduksi oleh merek-merek tersebut.

“Untuk target, tiap bulannya akan memproduksi 3 juta unit smartphone. Dan porsi terbesar dari Xiaomi yang memang pasarnya sedang tinggi. Tapi target tersebut juga tergantung dari respon pasar,” katanya.

Asus diberitakan sebelumnya menargetkan 2,5 juta unit smartphone per tahun. Sedangkan Xiaomi menargetkan 6 juta unit smartphone per tahun. Dengan kata lain, secara keseluruhan target Sat Nusa mencapai 36 juta unit per tahun pada 2019.

Target 36 juta smartphone pada 2019 ini jauh meningkat dari capaian pada tahun-tahun sebelumnya. Pada 2016, produksi smartphone di Sat Nusa mencapai 1.171.297 unit. Kemudian 2017 naik menjadi 2.926.647 unit dan 2018 mencapai 11.291.964 unit.

Selain merayu perusahaan yang memproduksi smartphone, Abidin dan rekan-rekan pengusaha dari Batam juga pernah mempromosikan Batam di hadapan 24 perusahaan pemasok komponen smartphone Xiaomi.

“Sekarang ada dua yang terealisasi dan akan beroperasi di Kawasan Industri Tunas dan Union di Batuampar pada Januari nanti,” jelasnya.

Harga Saham Naik 964 Persen

Momen bergabungnya Pegatron dengan Satnusa juga menimbulkan optimisme pasar. Harapan publik melambung tinggi sehingga menyebabkan volatilitas saham Sat Nusapersada jadi terlalu tinggi.

Namun, kenaikan harga saham yang terlalu cepat juga bisa turun dalam kurun waktu yang cepat pula. Sehingga memunculkan selisih sangat besar antara harga terendah dan harga tertinggi dalam suatu waktu.

Menurut Investor Relation Sat Nusapersada, Smailly, pemberitaan media mengenai Sat Nusapersada dan Pegatron yang banyak viral awal Desember lalu menyebabkan volatilitas saham perseroan. Ada sejumlah pemberitaan keliru yang menyatakan bahwa Pegatron akan merakit iPhone di Batam dan itu membuat harga saham Sat Nusapersada melonjak drastis hingga 964 persen atau memasuki level Rp 1.990 per lembar saham.

“Karena kekhawatiran tersebut, BEI mengambil kebijakan untuk men-suspend atau menunda saham Sat Nusapersada selama sehari pada 27 Desember lalu. Kemudian BEI meminta Sat Nusa untuk ekspose ke publik untuk meluruskan pemberitaan selama ini,” katanya.

BEI juga meminta kepada para pemain saham untuk berhati-hati dalam mengambil keputusan pada 21 Desember lalu. Tapi imbauan tersebut tidak terlalu dihiraukan sehingga saham Sat Nusapersada terus melonjak tinggi.

Smailly mengatakan, banyak pemain saham berspekulasi karena Sat Nusapersada dikabarkan membangun dua pabrik dan bekerja sama untuk merakit iPhone.

“Sehingga orang beropini bahwa Sat Nusapersada itu buat proyek yang besar,” paparnya. (leo/rng)

Update