
foto: batampos.co.id / cecep mulyana
batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam telah mengumumkan hasil seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018. Berdasarkan data Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKP-SDM) Kota Batam, dari kuota 363 CPNS untuk Pemko Batam, terdapat 10 kuota tak terisi.
Kepala BKP-SDM Kota Batam, M Sahir menyebutkan kuota yang tak terisi, yakni lima untuk posisi dokter spesialis, dua perawat terampil, dua untuk formasi khusus honorer K2, serta satu formasi khusus disabilitas.
”Jadi hanya 353 orang (lolos seleksi CPNS, red),” ujarnya.
Dirangkum dari data formasi, kuota yang tidak terisi adalah untuk dokter spesialis rencananya akan ditempatkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah. Terdiri dari dua dokter spesialis anestesi, satu dokter spesialis kandungan, satu dokter spesialis penyakit dalam, dan satu orang dokter spesialis radiologi.
Untuk posisi perawat terampil yang juga untuk ditempatkan di RSUD Embung Fatimah.
Kemudian, formasi disabilitas untuk posisi penguji laboratorium tanah, aspal, dan beton di Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air DBM-SDA). Sementara untuk kuota yang kosong pada formasi honorer K2 yang tak terisi dua orang, umunya akan ditugasin di sekolah negeri di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Batam.
”Yang kosong ini, murni karena proses (tak lolos seleksi, red). Pihak Kemen PAN-RB, BKN atau Panselnas sudah siapkan kuotanya. Untuk formasi K2, memang tidak bisa ikut tes karena persoalan umur yang melebihi 35 tahun,” paparnya.
Khusus kekosongan tenaga dokter spesialis, Sahir mengaku mempengaruhi kebutuhan SDM di lingkungan Pemko Batam. Akan tetapi, sambungnya, persoalan ini terbantu tenaga kontrak yang ada, termasuk untuk memenuhi kebutuhan program rawat inap di sejumlah puskesmas.
”Kami masih punya tenaga spesialis yang kontrak, di RSUD banyak,” imbuhnya.
Tahapan selanjutnya, kata Sahir, yakni penerbitan Surat Keputusan (SK) sesuai dengan formasi yang telah CPNS ikuti tesnya, juga tahapan prajabatan. Menurutnya, para CPNS tak lagi melewati proses pemberkasan, yang dipakai adalah berkas selama proses seleksi.
”SK kami targetkan Februari akan keluar. Dan pemberkasan tidak lagi, mereka sudah diberkas,” jelasnya. (iza)
