Rabu, 29 April 2026

Waspadai Gelombang Tinggi saat Berlayar

Berita Terkait

batampos.co.id – Untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca buruk di perairan Batam, Kapolsek Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KPPP), AKP Syaiful Badawi mengimbau pihak pengelola jasa transportasi laut untuk berhati-hati dalam pelayaran.

”Kami sudah berkoodinasi dengan transportasi laut antarpulau, tujuan Dumai, Tanjungpinang, dan Karimun dari seluruh pelabuhan agar meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya.

Selain itu, kata Badawi, dalam mewaspadai datangnya cuaca buruk seperti gelombang tinggi yang seketika saja bisa terjadi, pihaknya tetap mengacu pada imbauan yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim Batam yang setiap harinya selalu meng-update kondisi cuaca.

”Kita meminta kepada pengelola transportasi laut, tolong perhatikan betul dan indahkan setiap imbauan yang dikeluarkan BMKG. Jika BMKG melarang, lebih baik jangan berangkat dulu (berlayar, red),” katanya.

Kendati demikian, hingga kini arus transportasi laut dari beberapa pelabuhan di Batam masih berlangsung lancar dan kondusif. Namun, jika sewaktu-waktu cuaca berubah dan jarak pandang semakin minim, maka pihaknya meminta kepada pengelola jasa transportasi laut melakukan penundaan pemberangkatan.

”Kita akan terus imbau kepada pengelola jasa transportasi laut untuk lebih mengutamakan keselamatan penumpang dengan memperhatikan life jacket dan alat keselamatan lainnya. Termasuk kapasitas penumpang,” tuturnya.

Tak hanya itu, Badawi juga mengimbau bagi nakhoda kapal, jika di tengah perjalanan terjadi cuaca buruk, maka disarankan untuk menempuh jalur yang aman atau putar haluan ke pelabuhan keberangkatan. Hal itu dilakukan demi menjaga keselamatan penumpang hingga sampai ke daerah tujuan.

”Kami sudah berkoordinasi dengan pengelola transportasi laut. Jika di tengah perjalanan mengalami kondisi cuaca buruk, maka disarankan untuk cari jalur yang aman dengan berlindung di belakang pulau,” imbuhnya.

Cuaca ekstrem disertai intensitas hujan tinggi hingga angin kencang berakibat golombang tinggi, Kamis (3/1). Pantauan di Pelabuhan Rakyat Sagulung, beberapa boat pancung sebagai alat tranportasi antarpulau sudah mengutamakan keselamatan bila melaut dengan menggunkan life jacket.

Rusli, penambang boat pancung antarpulau mengatakan selama mengantarkan penumpang, ia selalu memberikan life jacket mengingat angin kencang bisa saja membuat gelombang tinggi.

Pegawai Dinas Pemko Batam yang ditugaskan di Kantor Camat Bulang menaiki boat pancung dari Pulau Buluh, Bulang menuju Pelabuhan Sagulung. Satu-satunya transportasi dari Pulau Buluh menuju pelabuhan Sagulung adalah menggunakan boat pancung, begitu sebaliknya dari Sagulung ke Pulau Buluh. F Dalil Harahap/Batam Pos

”Sudah biasanya sebelum berangkat, kenakan life jacket dulu ke penumpang,” ujarnya.

Dalam sehari para penambang boat pancung tersebut bisa tiga kali perjalanan mengantarkan penumpang antarpulau, tergantung jumlah penumpangnya.

”Kadang ada juga penumpang yang tidak kebagian karena persediaan life jacket terbatas,” jelasnya.

Penambang boat lainnya, Iwan mengatakan apabila cuaca kurang mendukung ia tidak bisa memaksakan kendati jumlah para penumpang ramai. Beberapa hari terakhir ini cuaca tidak bisa diprediksi pagi hingga siang cerah, namun bisa saja angin berhembus kencang dan gelombang cukup tinggi.

”Tetap berhati-hati tidak berani ambil resiko, mengetahui arah angin apalagi sedang membawa penumpang,” tutupnya.

Suratman, Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Batam menjelaskan peringatan dini terhadap gelombang tinggi terutama di perairan sekitar Batam. Harap diperhatikan risiko gelombang tinggi setiap saat. Cuaca ekstrem di perairan sangat membahayakan bagi transportasi laut, khususnya para pengguna boat kecil untuk transportasi antar pulau.

”Perlu diwaspadai apabila bentuk awan cumulunimbus yang berakibat hujan deras disertai angin kencang secara tiba-tiba,” ujarnya.(agi/cr1))

Update