batampos.co.id – Delapan atlet layar Kepri akan mengikuti kejuaraan Nongsa Regatta 2019 yang akan diselenggarakan di perairan Nongsa Point Marina, Jumat (25/1/2019) hingga Minggu (27/1/2019), mendatang.
Kejuaraan ini juga diikuti atlet layar dari sejumlah negara di Asia Tenggara.
Pelatih Layar Kepri Weng Samsi menyebutkan, puluhan atlet layar akan berlaga di Nongsa Regatta. Kejuaraan ini juga menjadi ajang menambah pengalaman bertanding bagi sejumlah atlet layar Kepri.
”Beberapa atlet layar dari beberapa negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura memastikan mengikuti kejuaraan ini. Kejuaraan ini diperuntukkan bagi atlet junior,” terang Weng, Jumat (4/1/2019).
Total peserta yang akan mengikuti kejuaraan ini mencapai 34 atlet.
”Jika tidak dibatasi, pesertanya bisa membeludak. Tetapi kami terpaksa harus membatasi lantaran ketersediaan alat. Karena jika harus menyewa, biayanya terlampau tinggi. Sebenarnya sayang, tetapi kami hanya bisa memanfaatkan boat yang kami miliki,” keluhnya.
Atlet-atlet layar Kepri sendiri akan turun di empat nomor yang diperlombakan. Yakni nomor optimist putra, optimist putri, laser standar 4.7 putra, dan laser standar 4.7 putri. Kejuaraan ini menjadi salah satu dari delapan agenda kejuaraan yang dilaksanakan dalam agenda Persatuan Layar Seluruh Indonesia (Porlasi) Kepri hingga menuju SEA Games yang akan dilaksanakan di Filipina.
”Juga persiapan hingga menjelang pelaksanaan Pra Pekan Olahraga Nasional (PON) dan PON di Papua 2020 mendatang. Apalagi kita juga harus menjaga dan mempertahankan juara umum dalam ajang itu,” tegas Weng.
Hanya saja, lanjutnya, dalam penyelenggaraan PON di Papua nanti terjadi pengurangan nomor. Jika sebelumnya pada PON Jawa Barat 2016 lalu ada 25 nomor dipertandingkan, maka di PON 2020 Papuan nanti hanya digelar 17 nomor.
”Beberapa nomor unggulan yang menjadi tumpuan Kepri dalam mendulang emas malah ditiadakan, seperti nomor maraton dan radial putra. Di nomor radial hanya putri yang dipertandingkan,” papar Weng.

Hal ini menjadi permasalahan yang harus ditanggulangi secepatnya jika ingin mempertahankan tradisi emas dan juara umum di ajang PON. Salah satu yang dilakukan adalah mempersiapkan atlet layar Kepri untuk turun di nomor lain yang dipertandingkan.
”Kita harus mempersiapkan atlet Kepri untuk bisa turun di nomor lain yang dipertandingkan dalam Pra PON dan PON. Seperti nomor double handed 420,” tuturnya.
Tetapi, lanjutnya, kembali permasalahan lain mengemuka jika ingin mempersiapkan atlet layar Kepri untuk turun di nomor itu. Permasalahan kelengkapan peralatan masih menjadi kendala serius dalam persiapan atlet layar Kepri.
”Untuk nomor itu, kami hanya memiliki satu boat saja. Tentunya ini sangat tidak memadai jika mempersiapkan hanya dengan satu boat. Apalagi kami butuh waktu pembanding antaratlet,” ungkapnya.
Weng menjelaskan pihaknya juga sudah mencari solusi terkait permasalahan ini.
”Kami sudah mencoba mencari boat tambahan, tak harus baru, bekas pun juga bisa,” tuturnya.
”Hanya saja ini memerlukan anggaran sebesar Rp 125 juta untuk tiga boat. Dan sekarang untuk bantuan peralatan harus mengajukan pada Dispora Kepri, bukan ke KONI Kepri lagi,” sambungnya.
Selain kebutuhan peralatan, Weng juga meminta agar persiapan atau training center (TC) bagi atlet layar Kepri tak lagi dilakukan dalam waktu yang singkat dan mendadak. Kemudian kebutuhan atlet juga harus diperhatikan dengan baik.
”Jangan seperti persiapan PON Jawa Barat 2016 lalu. Waktunya sangat singkat dan semuanya serba mendadak. Jika ingin meraih prestasi tentunya kita harus mempersiapkan atlet dengan baik,” selorohnya.
Beberapa provinsi lain malah sudah mempersiapkan jauh hari sebelum pelaksanaan Pra PON. Dengan persiapan yang matang, Weng berharap Kepri bisa mempertahankan tradisi emas dan juara umum.
”Karenanya harus ada perhatian lebih dari Pemprov Kepri dan KONI Kepri terhadap cabor andalan medali di berbagai ajang ini,” kata Weng.(yan)
