Sabtu, 25 April 2026

Kadisdik Pemko Batam Evaluasi Proyek 2019

Berita Terkait

batampos.co.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam saat ini jadi sorotan pasca molornya pengerjaan dua proyek pembangunan gedung sekolah tahun 2018 lalu. Gedung baru yang rencananya ditempati awal tahun ini gagal terealisasi karena lambatnya penyelesaian pengerjaan proyek.

“Kami akan mengevaluasi proyek yang ditangani disdik di tahun ini,” kata Kepala Disdik Batam Hendri Arulan, Sabtu (5/1/2019).

Pasca penerimaan siswa baru tahun lalu, Disdik Batam mengajukan pembangunan gedung baru untuk siswa SMPN 58 Batam yang rencananya dibangun di Kampung Bagan, Tanjungpiayu, Kecamatan Seibeduk, tahun ini.

Saat ini siswa SMPN 58 terpaksa menumpang di salah satu sekolah dasar (SD) yang tidak jauh dari lokasi pembangunan sekolah tersebut. Selain pembangunan sekolah, disdik masih akan melanjutkan program pembangunan ruang kelas baru (RKB) dan peningkatan infrastruktur SMPN 28 yang menjadi langganan banjir.

Melihat hasil proyek pembangunan SMPN 58 Batam, Hendri mengatakan, ke depan akan ada mengevalusi mulai dari persiapan hingga proses pembangunan sekolah.

“Evaluasi pasti dilakukan. Karena tujuannya agar pembangunan lebih baik,” sebutnya.

Sebelumnya Sekretaris Daerah Kota (Setdako) Batam Jefridin bahkan meminta dinas yang mengerjakan proyek fisik di tahun ini, bisa memulai proses lebih awal. Hal ini bertujuan agar proyek berjalan dengan baik dan bisa selesai sebelum batas akhir pengerjaan di Desember mendatang.

“Kami evaluasi terus. Kami ingin pengerjaan lebih baik kedepannya,” sebutnya.

Gedung SMP Negeri 56 Batam di Tiban Lama.
foto: batampos.co.id / yulitavia

Sementara itu, pantauan di SMPN 56 Batam yang berlokasi di Tiban Lama, pekerja masih tampak menyelesaikan pengerjaan bangunan gedung sekolah. Gedung tiga lantai ini ditargetkan selesai pertengahan Januari mendatang.

Pengerjaan Asal Jadi

Sedangkan proyek pemasangan box culvert untuk saluran drainase di depan Gedung Olah Raga (GOR) Batuaji, hingga kini belum tuntas pengerjaannya dan terkesan asal jadi bahkan sampai saat ini proyek tersebut terbengkalai.

Pantauan di lapangan, Sabtu (5/1/2019) proyek pembuatan saluran drainase tersebut terbengkalai dimana hanya sebagian pekerja galian yang mengerjakan saluran drainase yang sudah terpasang box culvert, sementara sebagain kabel listrik menjadi berantakan.
Pasalnya, box culvert yang dipasang terlihat asal jadi karena kondisinya tidak sejajar bahkan banyak yang rusak. Namun, dipaksakan dipasang.

“Di lokasi sudah tidak terlihat lagi ada pekerjaan, semenjak proyek itu dikerjakan pemenang tender atau kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut tidak pernah memasang papan plang proyek,” ujar Amri, pekerja galian.

foto: batampos.co.id / dalil harahap

Proyek tersebut membuat masyarakat bertanya-tanya kapan rampung, karena material proyek mengganggu arus lalu lintas. Ketika hujan membuat jalanan menjadi licin dan berlumpur, sedangkan ketika musim panas berdebu.

Masyarakat menduga pro-yek hanya menghabiskan anggaran yang tidak terpakai.
Fikri, warga Batuaji, menga-takan bahwa proyek tersebut mulai dikerjakan dua bulan lalu, namun hingga kini belum juga selesai.

“Kalau proyeknya seperti itu terlihat asal-asalan, dan tidak ada pembatas plang untuk pengguna jalan,” kata Fikri.

Ia berharap agar proyek tersebut diperbaiki karena jalan di Simpang Basecamp selama ini langganan banjir saat hujan deras. Dia juga berharap pemerintah mengerjakan proyek secara serius.

Kepala Dinas Bina Marga Batam Yumasnur mengatakan petugas sudah mengecek ke lapangan. Ia mengakui proyek tersebut memang tidak rapi karena banyak kabel-kabel listrik.

“Sudah dipercepat pekerjaannya saat ini, agar saluran drainase dan air tergenang bisa diatasi di Simpang Basecamp,” ujarnya. (yui)

Update