batampos.co.id – Animo masyarakat Batam untuk menunaikan ibadah haji terbilang cukup tinggi. Namun untuk menunaikan rukun Islam kelima itu, masyarakat Batam harus mengantre 15 hingga 16 tahun ke depan. Saat ini, daftar tunggu berangkat haji telah mencapai 7.000 orang lebih.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenang) Kota Batam, Erizal Abdullah mengatakan, jumlah pendaftar masih banyak. Setiap hari ada sekitar 10-15 orang yang mendaftar haji. Sementara daftar tunggu sudah mencapai 7.000 orang lebih. Calon jemaah haji yang mendaftar tahun ini, akan berangkat pada 2035 mendatang.
”Sekarang pendaftarnya relatif usia muda. Karena pengaruh dari waktu tunggu yang mencapai 15 hingga 16 tahun itu tadi,” kata Erizal, Minggu (6/1/2019).
Dia mengatakan, berdasarkan aturan bahwa umat muslim yang berusia 12 tahun saat ini sudah bisa ikut masuk daftar tunggu haji. Ia memaparkan, bagi calon jemaah haji yang ingin mendaftar cukup membawa data diri. Calon jemaah haji menyiapkan uang deposit sebesar Rp 25 juta.
”Sisanya nanti dicicil saat akan berangkat ibadah haji sesuai dengan besar ongkos haji yang ditentukan,” jelasnya.
Terkait besar ongkos haji 2019, Kemenag Batam hingga saat ini masih menunggu keputusan pemerintah pusat. Ia mengatakan usulan ongkos naik haji paling lambat diputuskan tiga bulan sebelum keberangkatan haji dimulai.
Besar ongkos haji tergantung dari nilai tukar rupiah terhadap dolar. Sebab banyak dari akomodasi perjalanan seperti tiket pesawat menggunakan mata uang dolar.
Batam, sambungnya, termasuk embarkasi dengan biaya yang murah bila dibandingkan daerah lain. Tahun lalu jemaah haji Batam membayar Rp 34 juta.
Untuk jumlah haji Batam yang berangkat tahun ini, Erizal mengatakan masih sama dengan kuota tahun lalu, yakni sebanyak 580 jemaah calon haji.
”Alhamdulillah kuota kita masih sama. Tidak bertambah karena kebijakan dari Arab Saudi juga tidak bertambah,” jelasnya. (rng)
