foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Direktorat Jenderal dan Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan segera melakukan implementasi manifest generasi III.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi mengatakan, langkah ini dilakukan guna percepatan arus barang. Di sisi lain, upaya ini juga merupakan modernisasi dalam perkembangan perekonomian global.

“Manifest generasi III merupakan versi paling mutakhir yang mengedepankan prinsip otomasi dan simplifikasi sejalan dengan agenda program reformasi kepabeanan dan cukai dalam rangka membangun smart customs and excise system untuk menciptakan proses bisnis yang mudah, murah, cepat, transparan, efektif dan efisien,” ujarnya dalam konferensi pers di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (7/1/2019).

Adapun perubahan dari manifest III ini mengedepankan advance manifest system 24 jam sebelum kedatangan untuk sarana pengangkut laut sehingga customs clearence bisa dilakukan lebih cepat. Kemudian, penambahan non-vessel operating common carrier (NVOCC)dan penyelenggaraan pos agar pengajuan manifest dapat lebih cepat oleh masing-masing penerbit dokumen.

“Bea cukai juga menerapkan prinsip manajemen risiko perubahan manifest, di mana perubahan dapat dilakukan secara online dan tidak semua perubahan wajib mendapat persetujuan dari kepala kantor, pencantuman NPWP, serta otomasi penurutpan pos manifest,” jelasnya.

Lebih lanjut, Heru menjelaskan jika penerapan manifest generasi III telah dilakukan secara bertahap yang dimulai pada 28 Desember 2017. Sampai dengan Agustus 2018, sistem ini telah diterapkan secara bertahap pada 12 kantor pabean utama di seluruh Indonesia yang meliputi 6 pelabuhan dan 7 bandara utama di mana secara statistik mewakili lebih dari 80 persen volume impor dan ekspor nasional.

“Pada 26 September 2018, sistem manifest generasi III diberlakukan di seluruh pelabuhan nasional dan bandara internasional yang diawasi oleh 104 kantor Pabean di seluruh Indonesia,” tandasnya. (JPG)

Yuk Baca