
batampos.co.id – Ikan laut segar di pasaran Batam mulai langka akibat tingginya gelombang laut di wilayah Kepri, beberapa hari terakhir. Tak hanya langka, harga ikan juga turut melambung. Seperti di Pasar Tos 3000 Jodoh, tak banyak terlihat jenis ikan segar.
Adapun di lapak-lapak yang masih memiliki persedian ikan segar, harganya melambung. Seperti ikan tongkol putih yang biasanya dibandrol sekitar Rp 28 ribu per kilogram (kg) kini naik menjadi Rp 34 ribu per kg. Ikan kembung dari Rp 37 ribu naik menjadi Rp 42 ribu per kg, ikan selar dari Rp 43 ribu naik jadi Rp 46 ribu per kg.
”Ini sudah murah, tanya yang lain mana ada segini. Lagi pula yang segar sekarang susah,” ujar Amin, pedagang ikan di Pasar Tos 3000 Jodoh, Minggu (6/1/2019).
Menurut dia, langka dan mahalnya harga ikan segar disebabkan musim angin utara. Dimana gelombang tinggi sehingga menyebabkan nelayan jarang melaut.
”Risiko melaut di cuaca seperti ini cukup tinggi. Makanya banyak nelayan yang tak melaut,” sebut Amin lagi.
Di Pasar Pujahabari Nagoya, harga ikan-ikan tersebut lebih tinggi. Misalnya, ikan tongkol putih dijual di kisaran Rp 36 ribu-Rp 38 ribu per kg, ikan selar Rp 50 ribu per kg, ikan kembung Rp 45 ribu per kg. ”Ikan segarnya langka dan harganya mahal,” ujar Koko, pedagang ikan di Pasar Pujabahari.
Sementara itu, di sejumlah pasar di wilayah Batuaji dan Sagulung, terpantau ikan laut segar juga alami kelangkaan. Senada, sejumlah pedagang disini juga menyebutkan kelangkaan stok ikan laut karena cuaca ekstrem dan gelombang laut yang terjadi beberapa minggu belakangan ini.
Menurut Wildan, penjual ikan di Pasar Fanindo Batuaji, kelangkaan ikan laut membuat harganya naik. Seperti ikan gembung dari Rp 38 ribu per kg, kini dijual Rp 40 ribu- Rp43 ribu per kg, ikan kakap besar dijual Rp 35 ribu dari semula Rp 30 ribu per kg, ikan mata besar Rp 31 ribu dari sebelumnya Rp 27 ribu per kg, ikan patin Rp 35 ribu dari semula Rp 30 ribu per kg.
”Kenaikan sejak semalam. Angin kencang, banyak nelayan tak melaut,” tutur Wildan.
Dia mengatakan dua hari belakangan ini para pedagang hanya menyetok ikan air tawar. Itupun juga tidak sebanyak pada hari-hari biasa.
”Palingan nyetok lele saja,” ucapnya.
Kondisi serupa juga dialami beberapa pedagang ikan di Pasar Sagulung. Ismail, penjual ikan di Pasar SP Plaza menyebutkan sudah dua hari ini stok ikan laut menipis. ”Ikan laut langka, harganya juga naik” jelasnya.
Cuaca buruk memicu nelayan untuk tidak melaut sementara waktu ini. ”Kalau cuaca sudah bagus, pasokan ikan kembali stabil, harganya juga normal lagi,” ucapnya.
Kondisi sama juga terjadi di Pasar Tiban Center, Sekupang. Pasokan ikan laut segar menipis sejak dua minggu lalu, atau sebelum tahun baru hingga sekarang. Akibatnya berimbas pada harga jual yang melambung.
Seperti dijelaskan Irwan, 35, pedagang ikan di Pasar Tiban Center mengaku ikan mulai langka sejak pertengahan Desember 2018 lalu hingga hari ini stok ikan masih belum stabil.
”Sejak 15 Desember lah hingga hari ini, pasok ikan laut segar tak pernah stabil, Dampaknya harga ikan naik,” jelasnya.
Dia menyebutkan, misal harga ikan gembung dijual Rp 40 ribu-Rp 45 ribu per kg dari sebelumnya Rp 38 ribu per kg, ikan selikur sekarang dijual Rp 33 ribu per kg dari Rp 28 ribu per kg, serta ikan kakap besar sekarang Rp 35 ribu-Rp 38 ribu per kg dari semula Rp 30 ribu per kg. ”Hampir semua jenis ikan naik, tapi yang paling mahal ikan gembung,” ujarnya.
Diakuinya banyak konsumen yang mengeluhkan kenaikan harga ikan laut segar beberapa pekan terakhir ini. Namun ia terpaksa menjual dengan harga tinggi, karena dari pemasok juga sudah mahal. (she)
