Ketua KPU Arief Budiman (tengah) bersama tim perwakilan pa-sangan calon no urut 01 dan 02, sebelum memulai rapat finalisasi debat capres-cawapres pertama di gedung KPU, Jakarta, Senin (7/1/2019).
f. MIFTAHULHAYAT/JAWA POS

batampos.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) bersama tim kampanye dua kubu telah mematangkan persiapan debat perdana calon presiden-calon wakil presiden yang akan dihelat 17 Januari 2019. Tema debat kali ini menyangkut hukum, HAM, korupsi, dan terorisme.

Ketua KPU Arief Budiman menguraikan, hal-hal teknis seperti layout debat, jumlah meja kursi tamu undangan, telah diputuskan bersama termasuk menuntaskan rundown (susunan acara) debatnya.

Loading...

“Debat nanti akan disusun ke dalam enam segmen,” jelas Arief di Kantor KPU Menteng Jakarta Pusat, Senin (7/1/2019).

Segmen pertama ialah penyampaian visi misi dari masing-masing paslon. Segmen kedua dan ketiga menjawab pertanyaan yang telah disusun oleh para panelis. Dalam dua segmen ini, moderator akan menanyakan tiga pertanyaan dari 20 daftar pertanyaan yang telah diberikan pada paslon.

Lalu segmen keempat dan kelima debat antarkandidat. Kata Arief, dua segmen ini merupakan menjawab pertanyaan yang diajukan masing-masing paslon.

“Jadi akan berimbang dua segmen menjawab pertanyaan yang disusun oleh para panelis. kemudian dua segmen menjawab pertanyaan yang disusun oleh masing masing paslon,” papar Arief.

Untuk segmen terakhir atau segmen keenam, dijelaskan Arief, merupakan closing statement dari masing-masing paslon. Setelah debat selesai dilaksanakan, tim kampanye 01 dan 02 akan melakukan konferensi pers bersama.

“Jadi kami ingin membangun kultur baru bahwa pemilu ini bisa dilakukan kompetisinya dengan selalu bersama-sama, selalu bergandengan tangan. Termasuk konferensi persnya nanti akan ada perwakilan dari paslon 01 dan perwakilan dari paslon 02,” pungkasnya.

20 Pertanyaan Sedang Dicek KPU

KPU telah menerima 20 pertanyaan dari enam panelis yang bakal ditanyakan ke pasangan capres dan cawapres untuk debat perdana Pilpres 17 Januari Pilpres 2019 mendatang.

Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi mengatakan, pihaknya saat ini sedang memeriksa pertanyaan debat dari para panelis tersebut. Pemeriksaan itu adalah tahap awal untuk bisa disetujui.

“KPU perlu waktu beberapa hari untuk memeriksa soal debat pertama yang telah dikirimkan oleh panelis, baik dari sisi redaksi maupun dari sisi konten,” ujar Pramono di Kantor KPU, Jakarta, Senin (7/1/2019).

Pemeriksaan yang dilakukan oleh KPU itu juga untuk pertanyaan yang diberikan para panelis itu benar-benar independen alias netral. Jangan sampai ada pertanyaan yang berpihak ke salah satu pasangan calon.

Sementara itu, pemberian daftar pertanyaan ke paslon sebelum debat masih menuai kritikan. Terutama di jagad maya. Banyak natizen yang mengkritisi kebijakan KPU itu. Mereka menilai memberikan pertanyaan sebelum debat ke paslon mengesankan debat tersebut hanya formalitas belaka.(jaa/jpc)

Loading...