
batampos.co.id – Pembangunan Masjid Sultan Mahmud Syah Batam sudah mencapai 58 persen. Masjid yang berada di Batuaji ini ditargetkan selesai Agustus 2019. Pantauan di lapangan, Senin (7/1), pengerjaan struktur kubah masjid dan lainnya terus dipercepat.
Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Cahaya Murni mengatakan untuk fasilitas parkir kendaran terbagi menjadi dua, yakni parkiran basement, dan halaman luar di atas, masing-masing bisa menampung 639 kendaraan di basement dan 222 kendaraan di parkiran luar. Menurutnya lahan parkiran nanti bisa di perluas sesuai dengan kebutuhan, namun untuk saat ini masih dalam tahap pengerjaan adalah di dua area tersebut.
”Saat ini lahan parkiran masih dalam proses pengerjaan, dan mudah-mudahan bisa cepat selesai sesuai dengan yang ditargetkan,” ujarnya.
Masjid ini dapat menampung sampai 18.563 jemaah. Pada bagian ballroom mampu menampung hingga 5.485 jemaah, bangunan utama bisa tampung 5.748 jemaah, lantai atas 1.175 jemaah, dan area koridor bisa menampung hingga 5.616 jamaah.
Menara utamanya direncanakan akan dibangun setinggi 99 meter.
”Masjid ini diproyeksikan untuk salah satu wisata religi di Kota Batam,” katanya.
Menurutnya, sesuai kontrak pembangunan Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah selesai November 2019. Tetapi Pemko Batam menargetkan September 2019 selesai, sehingga awal Agustus 2019, masjid yang diklaim terbesar di Pulau Sumatera ini sudah harus diresmikan.
Pembangunan Masjid Agung di Batuaji ini diprediksi memakan anggaran sekitar Rp 243 miliar dan tambahan anggaran 10 persen. Masjid kebanggaan masyarakat Batam ini digadang bakal jadi pusat peribadatan sekaligus destinasi wisata yang menarik. Masjid tersebut berdiri di atas lahan seluas 4 hektare dan dilengkapi pelbagai fasilitas yang komplit mulai dari Islamic Centre, Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ), mes santri, media tablig, dan sebagainya.(*)
